
Artis sekaligus Ketua YPPA Ade Fitrie Kirana. (Istimewa)
JawaPos.com-Ade Fitrie Kirana, artis sekaligus Ketua Yayasan Peduli Perlindungan Anak (YPPA) menyebut media sosial yang cukup deras saat ini menjadi ancaman bagi anak-anak. Terutama bagi anak perempuan.
Termasuk orang yang peduli dengan anak, Ade Fitrie Kirana mengingatkan para orang tua untuk mengontrol sekaligus mengawasi anak-anaknya di ruang digital. Pasalnya, ada potensi ancaman mengintai dan bisa merusak masa depan mereka.
Ancaman itu berupa cyber bullying, eksploitasi seksual, kecanduan media sosial, hingga terpapar konten negatif yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Anak-anak, terutama remaja perempuan, sangat rentan terhadap tekanan sosial dan konten yang merusak kepercayaan diri. Orang tua perlu lebih peka dan aktif mendampingi anak di dunia digital,” kata Ade Fitrie Kirana.
Dia menegaskan ada banyak kasus negatif dialami anak-anak remaja berawal dari media sosial. Terutama lewat aplikasi pertemanan dan dan video pendek yang sering digunakan anak-anak remaja tanpa pengawasan dari orang tua.
“Teknologi itu netral, tapi tanpa edukasi, bisa menjadi senjata yang melukai anak. Kita perlu menanamkan kesadaran digital sejak dini agar anak-anak tahu bagaimana menjaga privasi dan batas aman di dunia maya,” papar Ade.
Dia menilai seorang ibu memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan penggunaan gadget sekaligus memberikan pengawasan ke anak ketika berada di rumah. Ade Fitrie Kirana meminta orang tua, terutama ibu, untuk tidak terlalu sering memegang gadget ketika bersama dengan anak. Karena hal itu sangat berpotensi untuk ditiru oleh anak.
“Kadang anak-anak belajar langsung dari kebiasaan orang tuanya. Kalau orang tua tidak memberi contoh yang baik, sulit meminta anak disiplin dalam bermedia sosial,” tutur Ade Fitrie.
Dalam kesempatan yang sama, Ade Fitrie Kirana mendorong agar sekolah sekolah dapat memasukkan literasi digital dan etika bermedia sosial ke dalam kurikulum pendidikan karakter.
Tak hanya itu, Ade juga meminta platform media sosial untuk lebih bertanggung jawab dengan memperketat fitur keamanan anak dan sistem pelaporan konten berbahaya. Menurut dia, perlindungan anak di ruang digital memerlukan peran serta kolaboratif melibatkan banyak pihak, tidak bisa hanya diserahkan kepada orang tua saja.
“Kita perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan industri digital. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak. Kalau kita gagal melindungi mereka hari ini, kita kehilangan generasi kuat di masa depan. Dunia digital tidak bisa dihindari, tapi bisa kita kuasai bersama,” tegas Ade Fitrie.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022