Tangkapan layar Mama Marini dan Luthfi yang membahas parenting (Youtube @@NikitaWilly.indraPriawan)
JawaPos.com – Mama Marini adalah sosok ibu dari Luthfi, salah satu peserta Class Of Champions (COC) by Ruang Guru season dua tahun 2025.
Memiliki nama lengkap Luthfi Bima Putra, ia dikenal sebagai mahasiswa berprestasi di Universitas KAIST, Korea Selatan, salah satu kampus terbaik di negara tersebut. Dalam perjalanannya, Luthfi tidak hanya tumbuh menjadi anak yang cerdas, melainkan juga berkembang berkat doa, kasih sayang, serta didikan penuh cinta dari ibunya.
Peran parenting yang tepat dari orang tua tentu sangat penting, terutama dalam masa tumbuh kembang anak. Terlebih, anak dengan karakter aktif membutuhkan arahan dan pendampingan yang konsisten.
Hal ini terlihat dalam sebuah tayangan YouTube ‘Nikita Willy Official’ melalui program Mom’s Corner yang telah ditonton sebanyak 688 ribu kali, mendapat 40 ribu likes, serta 2,7 ribu komentar. Tayangan tersebut memberikan banyak inspirasi bagi para orang tua di Indonesia.
Pola asuh luar biasa dari Mama Marini terbukti menghasilkan anak berprestasi. Dari akun Instagram @luthfibimaputra, terlihat Luthfi pernah meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika tahun 2022, menjadi awardee 72 Ikon Prestasi Pancasila pada 2017, hingga meraih posisi ke-6 di ajang COC Ruang Guru tahun 2025.
Salah satu kebiasaan yang ditanamkan Mama Marini sejak dini adalah membiasakan Luthfi membaca buku. Bahkan, pada momen ulang tahun, perayaan dilakukan dengan makan bersama dan membiarkan Luthfi membeli buku sebanyak yang ia mau.
Kebiasaan ini akhirnya berlanjut hingga dewasa, menjadi cara positif untuk mengusir kejenuhan dalam belajar.
“Kalau lagi malas belajar, Mama kasih kesempatan belajar hal lain. Kalau terus-terusan Matematika pasti capek. Jadi diselingi dengan baca novel, itu bikin hati senang, dan Mama juga suka belikan novel. Jadi, belajar tidak monoton,” ujar Luthfi dalam video YouTube @NikitaWilly.indraPriawan.
Menumbuhkan Semangat Belajar
Rasa bosan dalam belajar tentu tidak bisa dihindari. Karena itu, diperlukan dorongan agar semangat kembali. Mama Marini punya sejumlah cara yang sudah diterapkan sejak Luthfi kecil, di antaranya:
1. Tidak menggunakan handphone hingga kelas 6 SD
Handphone tidak diberikan selama masa sekolah dasar. Baru setelah lulus kelas enam, Luthfi diperbolehkan memiliki handphone. Tujuannya agar ia fokus pada aktivitas nyata dan interaksi langsung.
2. Memberikan dukungan, bukan tekanan
Mendukung semua usaha anak tanpa ekspektasi berlebihan, dengan menekankan pentingnya proses, bukan hanya hasil akhir.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
