Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 00.41 WIB

Kenali Perbedaan hingga Cara Merawat Anak ADHD dan Autis 

Ilustrasi seorang anak yang menderita ADHD/freepik - Image

Ilustrasi seorang anak yang menderita ADHD/freepik

JawaPos.com – Siapa yang masih menganggap ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder sama dengan autis?  Nah, perlu diketahui jika kedua istilah tersebut tidak sama.

Dilansir dari laman EMC Hospital, ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan yang terjadi di otak anak. ADHD mengakibatkan anak tidak mudah fokus.

Selain itu, anak dengan ADHD cenderung berperilaku impulsif dan hiperaktif. Gangguan ADHD memengaruhi fungsi dan perkembangan otak anak. Tak sedikit anak ADHD mengalami gangguan dalam hal akademik, sosial, hingga emosi.

Perhatikan beberapa perbedaan lainnya untuk anak dengan ADHD dan autis. Antara lain:

  • Tingkat fokus dan konsentrasi

Anak ADHD justru akan menghindari kegiatan atau rutinitas yang membutuhkan fokus dan konsentrasi. Berbanding terbalik dengan ADHD, autis berusaha fokus atau bahkan mendapatkan fokus dari apa yang mereka suka.

  • Cara berkomunikasi dan berinteraksi sosial

Jika diamati lebih dalam, cara berkomunikasi dan berinteraksi anak ADHD serta autis berbeda. Anak ADHD lebih suka berbicara dan berdiskusi. Bahkan, durasi berbicara atau berdiskusi anak ADHD lebih lama tanpa henti.

Sementara, untuk anak autis akan menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang sekitar. Anak autis susah mengungkapkan keinginan hingga perasaan mereka.

  • Gaya rutinitas anak

Anak ADHD cenderung tak ingin berinteraksi yang sama setiap harinya dengan waktu lama. Kemudian, untuk anak autis lebih tertata dan tak berubah mendadak.

Masih dikutip dari laman resmi EMC Hospital, ADHD biasanya dilihat saat anak berusia tiga tahun ke atas. Lalu, untuk anak autis bisa terdeteksi saat usia di bawah 2 tahun.

Karena keduanya memiliki perbedaan dalam berkomunikasi hingga berinteraksi, maka cara merawat keduanya juga berbeda. Berdasarkan informasi yang diambil dari Halodoc, orang tua perlu membuat jadwal kegiatan untuk anak autis dan perlu mempertimbangkan homeschooling.

Homeschooling untuk anak autis membantu anak merasa lebih nyaman. Lantas, bagaimana dengan anak ADHD? Orang tua bisa menerapkan aturan khusus dengan menempelkan jadwal kegiatan dan aturan yang wajib diketahui.

Anak autis cenderung sulit merencanakan masa depan. Jadi, orang tua bisa memberikan reward saat anak berprestasi supaya mereka juga terpacu dan mereka laik mendapatkan hadiah. (Syifa Ismalia)

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore