
Ilustrasi seorang anak yang menderita ADHD/freepik
JawaPos.com – Siapa yang masih menganggap ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder sama dengan autis? Nah, perlu diketahui jika kedua istilah tersebut tidak sama.
Dilansir dari laman EMC Hospital, ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan yang terjadi di otak anak. ADHD mengakibatkan anak tidak mudah fokus.
Selain itu, anak dengan ADHD cenderung berperilaku impulsif dan hiperaktif. Gangguan ADHD memengaruhi fungsi dan perkembangan otak anak. Tak sedikit anak ADHD mengalami gangguan dalam hal akademik, sosial, hingga emosi.
Anak ADHD justru akan menghindari kegiatan atau rutinitas yang membutuhkan fokus dan konsentrasi. Berbanding terbalik dengan ADHD, autis berusaha fokus atau bahkan mendapatkan fokus dari apa yang mereka suka.
Jika diamati lebih dalam, cara berkomunikasi dan berinteraksi anak ADHD serta autis berbeda. Anak ADHD lebih suka berbicara dan berdiskusi. Bahkan, durasi berbicara atau berdiskusi anak ADHD lebih lama tanpa henti.
Sementara, untuk anak autis akan menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang sekitar. Anak autis susah mengungkapkan keinginan hingga perasaan mereka.
Anak ADHD cenderung tak ingin berinteraksi yang sama setiap harinya dengan waktu lama. Kemudian, untuk anak autis lebih tertata dan tak berubah mendadak.
Masih dikutip dari laman resmi EMC Hospital, ADHD biasanya dilihat saat anak berusia tiga tahun ke atas. Lalu, untuk anak autis bisa terdeteksi saat usia di bawah 2 tahun.
Karena keduanya memiliki perbedaan dalam berkomunikasi hingga berinteraksi, maka cara merawat keduanya juga berbeda. Berdasarkan informasi yang diambil dari Halodoc, orang tua perlu membuat jadwal kegiatan untuk anak autis dan perlu mempertimbangkan homeschooling.
Homeschooling untuk anak autis membantu anak merasa lebih nyaman. Lantas, bagaimana dengan anak ADHD? Orang tua bisa menerapkan aturan khusus dengan menempelkan jadwal kegiatan dan aturan yang wajib diketahui.
Anak autis cenderung sulit merencanakan masa depan. Jadi, orang tua bisa memberikan reward saat anak berprestasi supaya mereka juga terpacu dan mereka laik mendapatkan hadiah. (Syifa Ismalia)

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
