
Anomali Brainrot Tung Tung Sahur (TikTok @noxaasht)
JawaPos.com - Siapa yang tak kenal Tung Tung Sahur? Hampir setiap orang mengenalnya, terutama mereka yang aktif di media sosial seperti TikTok.
Belakangan, konten anomali brainrot tengah viral dan banyak digandrungi berbagai kalangan. Dilansir dari trenggaleknjenggelek.jawapos.com, konten ini menggabungkan unsur-unsur tak lazim, seperti hewan dengan benda mati, atau manusia dengan benda mati dalam visual yang absurd.
Selain Tung Tung Sahur, salah satu yang paling banyak muncul di media sosial adalah Ballerina Cappucina, sosok manusia berpakaian bak ballerina namun berkepala secangkir cappucino.
Konten semacam ini tampak tidak biasa, konyol, dan aneh, namun, itulah yang membuatnya viral di berbagai platform media sosial.
Penyebarannya yang masif membuat konten ini sangat mudah diakses, bahkan oleh anak-anak.
Menanggapi hal ini, seorang dosen dari Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, menyatakan bahwa konten semacam ini memiliki potensi tersembunyi dampak serius bagi perkembangan otak anak dan remaja.
Dilansir dari laman ipb.ac.id, dr. Melly Latifah menyatakan, konten anomali brainrot yang absurd berisiko mengacaukan pemahaman anak pada realitas. Terutama jika anak masih berusia dini dan belum mampu membedakan mana fantasi dan kenyataan.
Visual anomali yang hiper-absurd dapat mengganggu fokus dan emosi anak karena dopamin yang dilepaskan berlebihan.
Pada kemampuan berbahasa anak, konten ini berpotensi menghambat pemahaman struktur bahasa anak karena narasinya tidak koheren.
Lebih lanjut, pada kalangan remaja, konten semacam ini juga dapat mengikis empati dan membentuk pola pikir tidak logis.
"Paparan berlebihan menguatkan pola pikir ;semakin tidak masuk akal, semakin menarik'. Ini mengurangi kemampuan berpikir sistematis," ujar dr. Melly
Meski memiliki banyak dampak negatif, dr. Melly menyatakan bahwa jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, konten anomali ini dapat berdampak positif.
dr. Melly menyarankan orang tua melakukan 6 langkah untuk melindungi anak dari dampak negatif konten absurd ini:
1. Bangun literasi digital
Orang tua perlu mendampingi dan memberikan penjelasan bahwa konten absurd buatan AI ini bukan realitas.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
