Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 21.33 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Bahaya Brainrot dan 6 Langkah Melindungi Anak dari Konten Absurd

Anomali Brainrot Tung Tung Sahur (TikTok @noxaasht) - Image

Anomali Brainrot Tung Tung Sahur (TikTok @noxaasht)

JawaPos.com - Siapa yang tak kenal Tung Tung Sahur? Hampir setiap orang mengenalnya, terutama mereka yang aktif di media sosial seperti TikTok.

Belakangan, konten anomali brainrot tengah viral dan banyak digandrungi berbagai kalangan. Dilansir dari trenggaleknjenggelek.jawapos.com, konten ini menggabungkan unsur-unsur tak lazim, seperti hewan dengan benda mati, atau manusia dengan benda mati dalam visual yang absurd.

Selain Tung Tung Sahur, salah satu yang paling banyak muncul di media sosial adalah Ballerina Cappucina, sosok manusia berpakaian bak ballerina namun berkepala secangkir cappucino.

Konten semacam ini tampak tidak biasa, konyol, dan aneh, namun, itulah yang membuatnya viral di berbagai platform media sosial.

Penyebarannya yang masif membuat konten ini sangat mudah diakses, bahkan oleh anak-anak. 

Menanggapi hal ini, seorang dosen dari Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, menyatakan bahwa konten semacam ini memiliki potensi tersembunyi dampak serius bagi perkembangan otak anak dan remaja.

Dilansir dari laman ipb.ac.id, dr. Melly Latifah menyatakan, konten anomali brainrot yang absurd berisiko mengacaukan pemahaman anak pada realitas. Terutama jika anak masih berusia dini dan belum mampu membedakan mana fantasi dan kenyataan.

Visual anomali yang hiper-absurd dapat mengganggu fokus dan emosi anak karena dopamin yang dilepaskan berlebihan.

Pada kemampuan berbahasa anak, konten ini berpotensi menghambat pemahaman struktur bahasa anak karena narasinya tidak koheren.

Lebih lanjut, pada kalangan remaja, konten semacam ini juga dapat mengikis empati dan membentuk pola pikir tidak logis.

"Paparan berlebihan menguatkan pola pikir ;semakin tidak masuk akal, semakin menarik'. Ini mengurangi kemampuan berpikir sistematis," ujar dr. Melly

Meski memiliki banyak dampak negatif, dr. Melly menyatakan bahwa jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, konten anomali ini dapat berdampak positif.

dr. Melly menyarankan orang tua melakukan 6 langkah untuk melindungi anak dari dampak negatif konten absurd ini:

1. Bangun literasi digital

Orang tua perlu mendampingi dan memberikan penjelasan bahwa konten absurd buatan AI ini bukan realitas.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore