
Ilustrasi remaja insecure karena penggunaan media sosial secara berlebihan (Freepik)
JawaPos.com – Sebagian besar remaja pada masa kini hampir tidak terlepas dari penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Platform tersebut kerap digunakan untuk membagikan berbagai aktivitas pribadi sekaligus sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Namun, kebiasaan membagikan berbagai hal di media sosial sering kali memicu perasaan tidak percaya diri bagi orang lain yang melihatnya.
Kondisi seperti ini dapat membuat sebagian pengguna merasa minder atau insecure ketika membandingkan kehidupannya dengan orang lain di dunia maya.
Dilansir dari laman Top Line MD Allience berikut 5 hal yang menimbulkan orang insecure karena penggunaan sosial media yang terlalu sering.
1. Depresi teknologi
Menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar elektronik seperti laptop atau ponsel pintar dapat mengganggu pola tidur anak remaja Anda, dan jika mereka tidak mendapatkan tidur yang cukup.
Hal itu dapat menyebabkan sifat mudah tersinggung, suasana hati yang buruk, dan suasana hati yang tertekan yang sering disebut sebagai depresi teknologi.
2. Tidak percaya diri akan penampilan
Kebanyakan remaja kesulitan menerima penampilan mereka. Namun, sejak munculnya media sosial, rasa tidak aman ini telah meningkat secara dramatis.
Anak perempuan terus-menerus merasa harus menurunkan berat badan lebih banyak, dan anak laki-laki merasa harus menambah otot.
Salah satu penyebab terburuknya adalah Instagram, di mana hampir setiap gambar telah diedit, dan semua orang tampak seperti orang sempurna yang hidup di dunia yang sempurna. Ini adalah resep untuk memperburuk rasa tidak aman remaja.
3. Ambisi dengan jumlah like
Kita semua tahu sistem 'like' yang digunakan oleh banyak platform media sosial. Masalahnya di sini adalah remaja mudah terpikat pada validasi hal tersebut. Mereka dapat mengawasi akun media sosial hampir setiap waktu hanya untuk memeriksa berapa banyak like yang muncul pada sebuah kiriman atau foto.
Jika like dan share tersebut gagal terwujud, mereka sering kali merasa tidak dicintai, tidak sempurna, dan tidak aman.
