Ilustrasi strict parents (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pola asuh strict parents merupakan metode pengasuhan yang sangat ketat dengan banyak pembatasan dan hukuman keras jika anak melanggar aturan.
Metode ini sering dianggap sebagai cara efektif untuk mendisiplinkan anak agar sukses, namun kenyataannya bisa menimbulkan berbagai dampak negatif pada perkembangan mental dan emosional anak.
Pola asuh itu bisa menyebabkan hubungan orang tua dan anak menjadi dingin dan kurang suportif, sehingga menghambat kebebasan berekspresi anak yang sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang mereka.
Pola asuh strict parents juga membatasi anak untuk berpendapat dan mengembangkan rasa percaya dirinya, yang berdampak pada banyak masalah perilaku dan kesehatan mental anak di kemudian hari.
Dilansir dari laman Halodoc dan Primaya Hospital, berikut ini adalah dampak pola asuh strict parents secara lebih terperinci
1. Kurangnya kesempatan anak untuk menyatakan pendapat dan berekspresi
Anak yang dibesarkan dalam pola asuh strict jarang memiliki ruang untuk menyampaikan pemikiran dan perasaannya sendiri. Hal ini membuat mereka merasa terkekang dan tidak dipercaya, sehingga menurunkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri.
2. Rasa percaya diri yang rendah
Ketika orang tua terlalu ketat dan penuh aturan, anak cenderung merasa tidak cukup baik dan selalu takut melakukan kesalahan. Akibatnya, mereka jadi minder, terutama ketika berhadapan dengan lingkungan sosial yang membutuhkan keberanian dan kemandirian.
3. Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi
Anak yang takut pada hukuman atau teguran keras sering mengalami stres berkepanjangan dan kecemasan yang dapat mengganggu kesejahteraan mental mereka. Kondisi ini bahkan bisa berkembang menjadi gangguan depresif jika tidak ada perhatian lebih.
4. Sulit mengungkapkan emosi dan membangun komunikasi hangat
Ketakutan akan ancaman hukuman membuat anak sulit mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Akibatnya, hubungan emosional dengan orang tua menjadi renggang, menghilangkan kehangatan yang seharusnya tercipta dalam keluarga.
5. Meningkatkan risiko perilaku agresif dan pemberontakan

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
