Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 15.31 WIB

7 Perilaku Khas Orang Tua yang Berhasil Mempertahankan Ikatan Emosional dengan Anak

Ilustrasi seorang ayah dan anak dewasa yang sedang duduk bersama, terlibat dalam percakapan yang penuh keakraban. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang ayah dan anak dewasa yang sedang duduk bersama, terlibat dalam percakapan yang penuh keakraban. (Freepik)


JawaPos.com - 
Menjaga ikatan erat dengan anak seiring mereka tumbuh dewasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Fase ini sering membawa perubahan dalam dinamika hubungan, dari peran pengajar menjadi sahabat. Namun, ada beberapa perilaku spesifik yang membedakan orang tua yang sukses melakukannya.

Melansir dari Geediting.com Senin (18/8), ikatan yang kuat ini tidak terbentuk secara kebetulan. Sebaliknya, itu adalah hasil dari praktik yang konsisten dan penuh kesadaran. Mari kita telusuri tujuh perilaku yang memperkuat ikatan emosional ini.

1. Mendengarkan secara Aktif

Orang tua yang terikat secara emosional adalah pendengar yang luar biasa. Mereka tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga benar-benar memahami perasaan di baliknya. Mereka menatap mata anak saat berbicara dan mengangguk untuk menunjukkan keterlibatan.

Mereka juga memparafrasekan atau merangkum ucapan anak. Cara ini menunjukkan bahwa pikiran dan perasaan anak sangat penting bagi mereka.

2. Komunikasi Terbuka

Komunikasi adalah garis hidup dari setiap hubungan yang sehat, termasuk antara orang tua dan anak. Orang tua ini menciptakan ruang aman bagi anak untuk berbagi pikiran tanpa takut dihakimi. Mereka tidak takut untuk berbicara secara jujur tentang perasaan.

Mereka terbuka tentang kegembiraan, ketakutan, dan kekecewaan mereka. Sikap ini mendorong anak untuk melakukan hal yang sama.

3. Rutinitas yang Konsisten

Meskipun sibuk, orang tua ini tetap menjaga rutinitas yang konsisten bersama anak. Hal ini bisa berupa makan malam bersama atau berjalan-jalan di akhir pekan. Interaksi yang konsisten ini menjadi ritual berharga yang dinanti-nanti anak.

Rutinitas ini menawarkan peluang emas untuk menghabiskan waktu berkualitas dan berkomunikasi. Ini merupakan pondasi yang penting untuk memperkuat ikatan mereka.

4. Menunjukkan Empati yang Tulus

Satu di antara perilaku yang paling berharga adalah kemampuan untuk menunjukkan empati. Ini berarti orang tua berusaha memahami perasaan anak tanpa mencoba memperbaikinya. Mereka juga bersedia memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

Empati dapat memberikan kenyamanan dan membangun kepercayaan yang mendalam antara orang tua dan anak. Sikap ini sangat penting dalam menciptakan koneksi yang kokoh.

5. Mengakui Kesalahan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore