Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 09.20 WIB

8 Kalimat Ajaib yang Diam-Diam Membentuk Anak Jadi Pribadi Hebat, Menurut Psikologi

Ilustrasi anak dan orang tua. (Photo by Photo By: Kaboompics.com) - Image

Ilustrasi anak dan orang tua. (Photo by Photo By: Kaboompics.com)

JawaPos.com - Mendidik anak bukan cuma soal memberi makan, pakaian, dan pendidikan. Cara kita berbicara pada mereka, terutama kalimat-kalimat yang kita pilih, bisa membentuk kepribadian, rasa percaya diri, hingga cara mereka berinteraksi dengan orang lain di masa depan.

Satu kalimat sederhana dari orang tua bisa mengajarkan batasan, empati, dan keberanian yang akan mereka bawa seumur hidup.

Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari betapa kuatnya dampak dari kata-kata mereka.

Padahal, ada frasa-frasa tertentu yang bila diucapkan secara konsisten akan membantu anak menjadi pribadi yang lebih tangguh, berempati, dan menghargai diri sendiri. 

Berikut 8 kalimat yang anda harus mulai menggunakannya sekarang juga beserta alasannya, seperti dirangkum dari laman Your Tango.

1. "Kita tidak mengomentari tubuh orang lain"

Menanamkan batasan jelas soal komunikasi akan membantu anak membangun interaksi sosial yang sehat sejak dini.

Alih-alih fokus pada penampilan, ajarkan mereka menghargai keunikan, karakter, dan kebaikan hati. Dengan memberi contoh, kamu mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak diukur dari fisik semata.

2. "Kamu bisa marah tanpa bersikap jahat"

Emosi seperti marah atau frustrasi adalah hal wajar, tapi penting untuk mengekspresikannya dengan cara yang sehat.

Ciptakan ruang aman agar anak bisa meluapkan perasaannya tanpa takut dihakimi. Dukungan emosional dari orang tua juga menurunkan risiko stres kronis dan masalah kesehatan di masa depan.

3. "Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan ini?"

Setiap anak bisa berbuat salah. Alih-alih menyalahkan, ajak anak melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar.

Ceritakan juga kesalahan yang pernah anda buat, tunjukkan bahwa bertanggung jawab itu penting, dan latih mereka mengubah pengalaman buruk menjadi pembelajaran berharga.

4. "Tidak berarti tidak"

Kalimat ini mengajarkan batasan yang jelas dan harga diri. Hormati batasan anak, bahkan dalam hal kecil seperti tidak ingin dipeluk atau tidak mau menghabiskan makanan.

Saat kamu menghormati pilihan mereka, mereka pun akan belajar menghargai pilihan orang lain.

5. "Tidak apa-apa merasa kesal"

Perasaan anak perlu divalidasi agar mereka nyaman mengakui emosi negatif yang ada dalam dirinya.

Kecerdasan emosional dan kesadaran diri yang kuat akan membantu mereka menghadapi konflik di masa depan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore