Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 22.30 WIB

Bagaimana Cara Mengajarkan Kebaikan Kepada Anak? Ini 5 Tips yang Perlu Orang Tua Lakukan agar Anak Memiliki Hati yang Baik

Ilustrasi, orang tua yang sedang mengajarkan kebaikan kepada sang anak. Freepik/ freepic.diller. - Image

Ilustrasi, orang tua yang sedang mengajarkan kebaikan kepada sang anak. Freepik/ freepic.diller.

JawaPos.com - Mengajarkan anak tentang kebaikan tidak cukup melalui kartun, buku, atau pelajaran sekolah, tetapi sikap dan perilaku orang tua sehari-hari yang mengajarkan lebih banyak, seperti cara orang tua memperlakukan orang lain atau merespon ketika anak berbuat salah.

Dilansir JawaPos.com dari timesofindia pada Senin (4/8), berikut ini lima tips yang dapat dilakukan para orang tua untuk mengajarkan kebaikan kepada anak, agar kelak anak memiliki hati yang baik.

1. Tunjukkan Kebaikan di Depan Anak, Terutama Saat Sulit

Mungkin tampak kecil, namun cara Anda memperlakukan pelayan ketika pesanan Anda salah, kesal kepada tetangga, frustasi karena macet, atau lelah di penghujung hari berbicara dan mengajarkan kepada anak Anda lebih banyak daripada pelajaran empati selama seminggu di kelas.

Jadi, berusahalah menunjukkan perilaku baik, karena anak Anda memerhatikan apa yang Anda lakukan atau bagaimana Anda memperlakukan orang lain. Terutama pada orang yang tidak memberi imbalan apa pun atau situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan.

2. Ajari Anak Cara Memperbaiki Kekacauan

Tidak ada anak yang tidak pernah mengacau, mungkin mereka berebut mainan, berteriak pada saudara kandung, atau memutar mata saat diminta berbagi. Itu adalah hal normal.

Jadi, alih-alih Anda berteriak dan mempermalukan mereka saat sedang mengacau, lebih baik Anda menanyakan kepada mereka bagaimana perasaan orang lain, seperti bisakah Kamu (anak Anda) coba mengatakan 'Maaf, Aku menyakiti perasaanmu'.

Dengan demikian Anda mengajarkan kepada anak cara memperbaiki kekacauan dengan mengakui apa yang dilakukan dan berusaha memperbaikinya.

Ini akan membangun otot-otot emosional sang anak dan menunjukkan bahwa kebaikan bukan tentang menjadi sempurna, melainkan memerhatikan ketika mereka telah menyakiti seseorang, mereka berusaha memperbaikinya.

Berikan anak awal yang baik dengan membuat mereka aman untuk menjadi tidak sempurna dan baik pada saat yang sama.

3. Jadikan Kebaikan sebagai Kebiasaan, Bukan Pelajaran Satu Kali

Bila ingin mengajarkan anak kebaikan, maka tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat menanyakan kepada mereka 'Satu hal baik apa yang sudah Kamu lakukan hari ini?'.

Bantu anak Anda untuk bertukar pikiran tentang kebaikan, misalnya ketika melihatnya di TV atau di kehidupan nyata, seperti 'Apakah Kamu melihat bagaimana dia membantunya ketika jatuh? Itu sangat bijaksana'.

Bisa juga dengan membuat toples kebaikan. Setiap kali anak Anda berbuat baik, maka mereka dapat menuliskannya pada selembar kertas, kemudian memasukkannya ke dalam toples tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore