
Bermain peran juga dapat membantu anak mengembangkan imajinasi, kemampuan bahasa, dan keterampilan sosialnya serta mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua. (freepik)
JawaPos.com – Saat anak memasuki usia 3 hingga 5 tahun, mereka berada dalam fase eksplorasi besar. Bayi yang dulu berguling kini bisa melompat, bicara panjang, dan main pura-pura. Bagi orang tua, memahami tanda-tanda perkembangan dan tantangan dalam rentang usia ini sangat krusial, karena bisa jadi orang tua memberikan dukungan yang tepat atau malah sebaliknya.
Dikutip dari Cdc.gov dan Firstfiveyears.org.au, periode ini adalah masa ketika anak memperluas kemampuan motorik besar dan halus, meningkatkan keterampilan bahasa, mulai belajar aturan sosial, dan membentuk emosi yang lebih kompleks. Dengan dipantau secara rutin, orang tua bisa mengenali potensi atau tantangan dan segera memberi stimulasi atau bantuan yang tepat.
Berikut panduan lengkap milestone usia 3–5 tahun dengan bahasa mudah dipahami serta ide solusi jika anak belum mencapai beberapa tanda tersebut.
Anak usia 3–5 tahun biasanya sudah bisa melompat dengan kedua kaki, berdiri di satu kaki beberapa detik, serta menendang atau melempar bola secara terarah. Mereka juga mulai mahir menaiki tangga bergantian kaki.
Namun jika pada rentan usia tersebut, anak belum mahir atau belum bisa melakukannya, cobalah ajak anak bermain secara aktif, seperti lompat tali, berlari mengejar gelembung sabun, atau naik sepeda roda tiga. Aktivitas fisik ini meningkatkan koordinasi dan keseimbangan secara alami.
Mulai usia 3 tahun, anak mampu menggambar lingkaran dan bentuk sederhana. Di usia 4 tahun, mereka bisa menggambar kotak atau segitiga sederhana dan memotong kertas dengan gunting yang aman( gunting plastik khusus anak ). Saat memasuki usia 5 tahun, mereka bahkan bisa menulis beberapa huruf atau angka, mengenakan pakaian sendiri, dan menggunakan alat makan dengan lebih rapi.
Jika orang tua merasa anaknya mengalami perkembangan yang cukup lamban, cobalah berikan aktivitas seperti menggambar bersama, bermain Play-Doh, bermain manik-manik, dan mempraktikkan kancing atau resleting pakaian. Ini meningkatkan koordinasi tangan dan kontrol motorik halusnya.
Di rentang ini, anak mulai berbicara dalam kalimat lengkap, mampu menjawab pertanyaan seperti “siapa”, “apa”, dan “mengapa”, serta sering menceritakan pengalaman atau cerita pendek. Mereka juga mulai memahami instruksi dua atau tiga langkah, dan berbicara cukup jelas sehingga orang luar bisa mengerti.
Jika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara, cobalah libatkan anak dalam pembicaraan sehari-hari, baca buku cerita bersama, dan ajak dialog interaktif. Dorong mereka bercerita tentang aktivitas harian, dan puji usaha berbicara mereka.
Anak pada usia 3 - 5 tahun mulai memainkan permainan bersama teman sebaya, berbagi mainan, antri giliran, dan menunjukkan empati, misalnya menghibur teman yang menangis. Mereka juga bisa menunjukkan rasa bangga atau senang akan prestasi kecil.
Cara sederhana yang bisa orang tua lakukan jika buah hati mengalami keterlambatan ini, cobalah kunjungi taman, atau ikutkan kelas kelompok kecil. Ajari berkata “tolong” atau “terima kasih”, dan bantu mereka menyelesaikan konflik sederhana dengan kata-kata.
Anak mulai memahami konsep dasar seperti besar/kecil, tengah/akhir, dan mampu menghitung hingga 5 - 10 benda. Mereka juga bisa menyusun 8 - 10 balok menjadi menara, mengerjakan puzzle sederhana, dan melakukan permainan pura-pura yang menunjukkan imajinasi tinggi.
jika buah hati mengalami keterlambatan dalam konsep dasar ini, orang tua bisa berikan permainan konstruksi, puzzle, dan bermain peran. Tanyakan juga pertanyaan sederhana seperti “apa warna ini?”, “berapa banyak ini?”. Ini merangsang pemikiran dan daya ingat mereka.
Kesimpulan
Tanda perkembangan anak usia 3 - 5 tahun mencakup aspek fisik, bahasa, sosial, dan kognitif. Bagi orang tua, mengenali milestone ini sangat penting, sebagai upaya memastikan anak tumbuh sehat, percaya diri, dan siap menghadapi tahap selanjutnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
