Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 05.02 WIB

Cara Menanggapi Anak Tantrum Sesuai Kepribadiannya agar Emosi Cepat Reda dan Anak Lebih Tenang

Pendekatan yang tepat sesuai kepribadian anak akan membantu meredakan emosi dengan cara yang lebih sehat dan membangun kedekatan emosional./Freepik.

JawaPos.com – Menghadapi anak yang mengalami tantrum adalah salah satu tantangan emosional yang paling umum dihadapi oleh para orang tua.

Namun, yang sering terlewatkan adalah bahwa tidak semua tantrum bisa ditanggapi dengan pendekatan yang sama. Setiap anak memiliki kepribadian dan cara berekspresi yang unik.

Dengan kata lain, memahami karakter anak menjadi kunci utama dalam merespons ledakan emosional mereka secara tepat.

Tantrum bukanlah bentuk kenakalan, melainkan ekspresi ketidakmampuan anak dalam mengelola emosi atau mengungkapkan kebutuhan secara verbal.

Jika orang tua mampu menanggapi secara bijak dan sesuai dengan temperamen anak, maka tantrum bisa menjadi momen pembelajaran emosional, bukan sekadar momen frustrasi.

Dikutip dari yesilhealth.com dan nurturedfirst.com, berikut strategi menanggapi tantrum anak berdasarkan kepribadiannya, mulai dari anak yang sensitif, aktif, hingga yang memiliki emosi intens.

  1. Kenali Dulu, Jangan Langsung Reaksi

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat anak mengalami tantrum adalah menahan reaksi emosional dan fokus mengenali pemicunya.

Anak-anak sangat peka terhadap respons orang dewasa. Jika orang tua menunjukkan kemarahan, frustrasi, atau bahkan sekadar nada suara yang tinggi, hal itu justru memperkuat reaksi tantrum anak.

Orang tua sebaiknya memposisikan diri sebagai "cermin yang tenang", yang tidak memantulkan kepanikan, melainkan ketenangan.

Pahami bahwa tantrum sering dipicu oleh kebutuhan yang belum terpenuhi, seperti rasa lapar, kelelahan, overstimulasi, atau transisi yang terlalu cepat. Mengenali pola ini adalah kunci agar orang tua bisa bersikap lebih preventif.

  1. Anak Sensitif Butuh Lingkungan Emosional yang Aman

Anak dengan karakter sensitif biasanya lebih mudah kewalahan oleh suara keras, cahaya terang, atau perubahan rutinitas mendadak. Anak dengan temperamen ini tidak bisa langsung ditenangkan dengan perintah seperti “jangan nangis” atau “tenang dong”.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore