Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 23.35 WIB

Mengenali Gaya Belajar Anak Lewat Kebiasaan Harian: Cara Tepat Mendukung Kesuksesan Belajarnya

Ilustrasi kakak adik yang sedang belajar bersama (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi kakak adik yang sedang belajar bersama (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Tidak semua anak belajar dengan cara yang sama. Ada yang mudah memahami materi setelah melihat gambar, ada yang harus mendengarnya berulang kali, dan ada pula yang harus bergerak atau mencobanya langsung agar paham. Perbedaan ini bukan berarti ada yang lebih pintar dari yang lain, melainkan menunjukkan bahwa setiap anak memiliki gaya belajarnya sendiri.

Namun sayangnya, gaya belajar sering kali tidak dikenali sejak dini. Akibatnya, anak mungkin merasa frustasi ketika metode belajar yang diberikan tidak sesuai dengan cara otaknya menyerap informasi. Bahkan, anak yang sebenarnya cerdas bisa terlihat lambat hanya karena pendekatan belajar yang tidak cocok.

Orang tua punya peran besar dalam hal ini. Mengenali gaya belajar anak bukan berarti harus melalui tes formal atau observasi akademik yang rumit. Justru lewat kebiasaan sehari-hari di rumah, mulai dari cara mereka bermain, berbicara, menonton, hingga bertanya. Dari hal tersebut orang tua bisa mendapat petunjuk berharga tentang bagaimana otak anak bekerja.

Dikutip dari Parents.com dan Scholarsed.com, artikel ini mengulas cara mengenali gaya belajar anak dari kebiasaannya di rumah dan bagaimana strategi terbaik mendukung masing-masing gaya belajar tersebut. Pendekatan ini penting agar proses belajar jadi lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan cara alami anak menyerap pengetahuan.

Gaya Belajar Anak Terbagi Empat Tipe

Anak umumnya belajar melalui gaya visual, auditori, kinestetik, atau membaca/menulis.

  1. Visual learner cenderung suka melihat diagram, gambar, atau ilustrasi.
  2. Auditory learner lebih menyimak cerita atau instruksi verbal.
  3. Kinesthetic learner ingin mempraktekkan langsung dengan gerakan.
  4. Reading/writing learner lebih menyukai teks, mencatat, dan membaca secara mandiri

Observasi Kebiasaan Anak Jadi Kunci Identifikasi

Cara paling efektif mengenali gaya belajar adalah melalui observasi. Perhatikan saat anak bermain, apakah mereka lebih suka menggambar, menyusun blok, berbicara, atau menyentuh langsung objek. Anak yang visual mungkin senang doodling, sementara kinesthetic learner gemar merakit atau meraba benda. Audiotory learner sering mengulang cerita yang didengar, dan reading/writing learner lebih suka mencatat atau membaca sendiri.

Lantas bagaimana cara awal orang tua mengetahui buah hatinya lebih cenderung dalam kategori yang mana? Perhatikan apa yang dilakukan anak saat belajar atau bermain bebas. Berikut Langkah Praktis Mengamati Gaya Belajar Anak:

  • Bila mereka sering menonton video belajar, mengingat bentuk, dan menyukai poster visual, kemungkinan besar mereka adalah visual learner.
  • Anak yang menirukan suara, berbicara keras saat belajar, atau menyukai lagu-lagu edukatif biasanya adalah auditory learner.
  • Bila mereka merasa perlu bergerak, meraba, atau membuat karya dengan tangan, itu tanda mereka adalah kinesthetic learner.
  • Jika mereka gemar membuat catatan, menulis cerita, atau menelusuri buku sendiri, besar kemungkinannya mereka adalah tipe reading/writing learner.

Cara Mendukung Setiap Gaya Belajar Anak

Setelah mengenali gaya belajar anak, orang tua bisa menyesuaikan metode belajar sehari-hari:

  • Visual learner: Gunakan flashcard bergambar, diagram, peta pikiran, atau board permainan visual.
  • Auditory learner: Gunakan audio buku, cerita, musik edukatif, serta ajak berdiskusi atau bercerita bersama.
  • Kinesthetic learner: Berikan alat praktek, eksperimen sederhana, puzzle fisik, atau sesi gerak sambil belajar.
  • Reading/writing learner: Dukung dengan buku, jurnal mini, menulis harian, atau menulis instruksi sendiri.

Manfaat Jangka Panjang dari Menyesuaikan Gaya Belajar

Dengan memperhatikan dan mencocokkan gaya belajar anak, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan memperkuat rasa percaya diri. Anak tidak merasa dipaksa, tetapi mampu belajar sesuai cara alami mereka. Ini dapat meningkatkan motivasi, mempercepat pembelajaran, dan membangun kebiasaan belajar mandiri yang sehat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore