Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Juni 2025 | 22.22 WIB

Mengapa Ayah Lebih Protektif terhadap Anak Perempuan? Ini Rahasia Emosional dan Evolusionernya

Dalam perspektif evolusioner, anak perempuan dengan nilai pasangan yang dianggap tinggi lebih mungkin menarik perhatian laki-laki lain sejak usia dini. 

Oleh karena itu, ayah secara naluriah meningkatkan proteksi, baik dalam bentuk nasihat, pengawasan, maupun perhatian emosional. 

Sikap ini sebenarnya adalah bentuk adaptasi sosial untuk menjaga keselamatan dan reputasi anak dalam lingkungan sosial yang dinamis.

Perlindungan ini tidak selalu berarti kontrol ketat, tetapi lebih kepada kehadiran yang membimbing. 

Ayah yang menyadari risiko sosial di sekitar anak perempuan mereka akan lebih siap menghadirkan bimbingan dan dukungan yang bersifat protektif namun tetap membangun kepercayaan.

3. Religiusitas dan Pandangan Politik Tidak Selalu Menentukan

Salah satu hal yang menarik dari studi ini adalah bahwa religiusitas atau pandangan politik konservatif tidak secara otomatis membuat seorang ayah menjadi lebih protektif. 

Justru, dalam beberapa kasus, ayah yang sangat religius menunjukkan tingkat proteksi yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lebih sekuler.

Hal ini menantang asumsi umum bahwa keyakinan moral atau agama secara langsung menentukan sikap pengasuhan. 

Ternyata, kehangatan emosional, keterlibatan sehari-hari, dan kualitas komunikasi lebih penting daripada ideologi pribadi. 

Bahkan, beberapa ayah konservatif justru melaporkan adanya jarak emosional dengan anak perempuan mereka.

Kesimpulannya, pendekatan pengasuhan yang efektif tidak dapat hanya bergantung pada doktrin atau nilai-nilai tertentu, tetapi harus berpijak pada relasi yang aktif dan empatik. 

Ayah yang menyadari pentingnya hadir secara emosional, meski tanpa embel-embel ideologi, justru lebih berpotensi menciptakan ikatan yang mendalam dengan anak perempuan mereka.

4. Kehadiran Emosional Lebih Penting dari Kontrol

Penelitian menunjukkan bahwa ayah yang memberikan kehangatan, dukungan, dan perlindungan yang sehat cenderung tidak merasa perlu menerapkan kontrol yang kaku. 

Dengan adanya ikatan emosional yang kuat, komunikasi yang terbuka dapat tercipta, sehingga anak merasa aman tanpa harus dibatasi secara ketat.

Kehadiran emosional ini mencakup kemampuan untuk mendengarkan, memahami, dan merespons kebutuhan anak perempuan secara fleksibel. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore