
pola asuh orang tua. (pexels.com)
JawaPos.com-- Banyak orang tua, terutama ibu, mengalami kelelahan fisik dan emosional akibat tekanan pengasuhan anak. Dalam kondisi ini, sistem saraf bisa menjadi tidak seimbang, menyebabkan emosi mudah meledak, stres berkepanjangan, bahkan ketidakmampuan merespons anak secara tenang dan penuh kasih sayang.
Namun, berbagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari terbukti dapat membantu menyembuhkan sistem saraf secara perlahan.
Alexis, seorang pelatih parenting dan pendiri Slowish Parenting Podcast, membagikan enam kebiasaan kecil yang berdampak besar dalam menenangkan sistem saraf, khususnya bagi orang tua yang kelelahan dan merasa kewalahan. Berikut ini adalah enam langkah tersebut:
Dalam kehidupan yang serba cepat, banyak orang tua terjebak dalam pola multitasking. Tanpa disadari, tubuh terus berada dalam kondisi siaga dan tegang.
Mulai membiasakan diri untuk bergerak perlahan, baik saat berpindah ruangan, menyiapkan makanan, atau memasukkan anak ke dalam mobil, dapat menjadi latihan sederhana untuk menenangkan sistem saraf.
Prinsip dasarnya adalah: ketika orang tua lebih tenang, anak-anak pun cenderung menyesuaikan diri dan ikut menjadi lebih tenang.
Latihan somatik adalah pendekatan tubuh-mind untuk mengakses ketenangan melalui gerakan-gerakan lembut.
Misalnya, menggerakkan pinggul, menggoyangkan tubuh, atau melakukan sentuhan ringan di area saraf vagus (sekitar leher bagian kiri). Latihan ini membantu melepaskan ketegangan yang tersimpan di tubuh.
Banyak orang merasa latihan ini adalah titik awal mereka benar-benar merasakan apa itu ketenangan. Latihan ini tidak membutuhkan waktu lama dan bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk menjaga keseimbangan emosional.
Waktu makan seringkali menjadi sumber stres tersendiri bagi para orang tua. Strategi sederhana seperti menyiapkan dan makan siang bersama anak secara bersamaan dapat menciptakan momen tenang dan terkoneksi.
Bukan hanya penting untuk anak, tetapi juga krusial bagi tubuh orang tua sendiri.
Pola makan yang teratur, cukup, dan bersama dapat membantu mengatur kembali metabolisme serta menyuplai energi mental untuk menjalani aktivitas parenting yang berat.
Sinar matahari pagi selama 10–15 menit memiliki dampak positif bagi sistem saraf dan ritme sirkadian. Bagi orang tua dengan anak kecil, kegiatan ini bisa dilakukan sambil duduk bersama anak di luar rumah, membacakan buku, atau sekadar mengobrol santai.
Terpapar cahaya alami membantu tubuh menghasilkan serotonin yang berperan dalam memperbaiki suasana hati dan mengurangi kecemasan.
Konsep “anchoring” atau penambatan adalah cara untuk membawa kesadaran penuh (mindfulness) ke dalam aktivitas harian.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
