
Ilustrasi aktivitas anak sepulang sekolah (Freepik)
JawaPos.com – Memberikan waktu luang setelah sekolah memberi manfaat jangka panjang bagi perkembangan mental, emosional, dan sosial anak.
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan aktivitas yang dilakukan anak di luar jam sekolah secara terstruktur dan rutin.
Menurut psikolog Dr. Peter Gray, kegiatan yang diarahkan sepenuhnya oleh orang dewasa justru menghambat kemampuan anak untuk berkembang secara alami.
Pemahaman tentang keseimbangan aktivitas anak penting agar tumbuh kembang mereka tidak terganggu oleh tekanan atau jadwal yang terlalu padat.
Berikut 7 alasan anak perlu lebih banyak waktu bermain dan lebih sedikit kegiatan ekstrakurikuler sepulang sekolah dilansir dari laman Parentfromheart, Senin (12/5):
1. Terlalu Banyak Aktivitas Menguras Energi
Penjadwalan yang berlebihan membuat anak kehilangan waktu istirahat setelah seharian di sekolah. Energi yang terkuras dapat mempengaruhi suasana hati dan kemampuan belajar.
Anak membutuhkan waktu untuk mengisi ulang tenaga agar tidak mengalami kelelahan kronis. Jadwal yang terlalu padat sering kali berujung pada stres sejak usia dini.
2. Permainan Bebas Meningkatkan Kemandirian
Ketika anak bermain secara bebas, mereka belajar membuat keputusan sendiri tanpa arahan langsung. Aktivitas seperti ini mendukung perkembangan rasa percaya diri dan keterampilan menyelesaikan masalah.
Bermain bebas mendorong anak untuk berinteraksi sosial secara alami. Kemandirian ini sulit dicapai melalui aktivitas yang sepenuhnya terstruktur.
3. Keterlibatan Berlebihan Menghambat Kreativitas
Anak yang terlalu sibuk dengan kegiatan terjadwal cenderung kekurangan waktu untuk eksplorasi spontan. Kreativitas muncul saat anak memiliki ruang untuk bosan dan menciptakan hiburannya sendiri.
Aktivitas tidak terarah memicu ide-ide baru dan memperkuat rasa ingin tahu. Jadwal yang padat justru membatasi ruang berpikir kreatif.
4. Risiko Gangguan Emosional Meningkat

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
