Ilustrasi perempuan dengan luka emosional di masa kecil (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sebagai orang dewasa, frasa yang digunakan seseorang bisa langsung mengungkap jenis pendidikan dan latar belakang ekonomi mereka. Terutama bagi yang berasal dari keluarga kelas menengah bawah, ada beberapa ungkapan yang sangat familiar.
Bukan karena mereka negatif, tapi justru karena mengajarkan nilai seperti kerja keras, kepraktisan, dan ketahanan dalam menghadapi kehidupan.
Dilansir dari Small Biz Technology pada Minggu (9/3) jika kamu tumbuh dengan mendengar frasa-frasa berikut, ada kemungkinan besar kamu dibesarkan dalam lingkungan dengan kondisi ekonomi yang lebih sederhana.
Baca Juga: Motivasi Bisnis: 5 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Dunia yang Membuktikan Kegagalan Bukanlah Akhir
1. "Kami punya makanan di rumah"
Frasa ini bukan hanya tentang menolak makanan cepat saji, tapi lebih kepada pelajaran tentang kepraktisan. Di keluarga kelas menengah bawah, makan di luar dianggap sebagai pengeluaran yang tidak perlu. Menghemat setiap rupiah itu penting karena kondisi ekonomi mereka tidak selalu stabil.
Bahkan saat dewasa, banyak yang masih membawa kebiasaan ini. Sebelum memutuskan untuk makan di luar, mereka akan berpikir dua kali: apakah ini benar-benar perlu? Atau masih ada bahan makanan di rumah yang bisa dimanfaatkan?
2. "Uang tidak tumbuh di pohon"
Kalimat ini hampir pasti terdengar di rumah tangga dengan kondisi ekonomi terbatas. Setiap kali seorang anak meminta sesuatu yang bukan kebutuhan pokok—sepatu bermerek, gadget terbaru, atau uang jajan tambahan—jawabannya sering kali ini.
Pesannya jelas: uang harus diperoleh dengan usaha. Tidak ada yang bisa didapatkan begitu saja tanpa kerja keras. Ini juga membentuk sikap mereka terhadap uang, di mana mereka lebih menghargai setiap rupiah yang dihasilkan dan lebih berhati-hati dalam membelanjakannya.
3. "Kita tidak mampu membelinya"
Beberapa orang mungkin tumbuh dengan mendengar kalimat seperti "Mungkin lain kali" atau "Ayo menabung dulu." Tapi di banyak keluarga kelas menengah bawah, tidak ada yang ditutup-tutupi. Jika sesuatu tidak terjangkau, maka jawabannya jelas: "Kita tidak mampu membelinya."

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
