Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 05.47 WIB

Berharap Bisa Dipulangkan dengan Selamat, Keluarga Korban Pembajakan Kapal di Somalia Minta Bantuan Prabowo

Orang tua dan istri korban Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun yang dikabarkan disandera perompak Somalia, menunjukkan fotonya kepada wartawan di kediamannya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (ANTARA)

 

 
 

JawaPos.com-Keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia meminta Presiden RI Prabowo Subianto segara menyikapi kasus tersebut setelah kapal yang membawa total 17 orang kru ini, empat di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) masih disandera pihak perompak.

"Saya minta tolong ke Pak Prabowo, minta tolong bantu anak saya. Anak saya sekarang dalam keadaan minta pertolongan dari pak Prabowo," ujar Sitti Aminah ibu kandung Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu.

Ia mengharapkan, pemerintah Indonesia melalui presiden dapat menyikapi kejadian tersebut dengan memberi atensi atas pembajakan kapal yang mengangkut minyak tersebut berlayar dari Oman di Perairan Somalia. "Pak Prabowo, presiden kita, minta tolong Pak. Minta tolong sekali Pak. Sudah beberapa hari ini ditahan perompak Somalia," ucapnya dengan nada penuh harapan.

Sementara itu, istri korban Santi Sanjaya (26) menceritakan detik-detik suaminya bersama awak kapal tersebut dibajak perompak Somalia. Ia sempat berkomunikasi melalui panggilan video pada Selasa, (20/4) sekitar pukul 19.30 WITA sebelum kejadian. Korban sempat menyebut kapalnya akan diserang perompak.

Meski komunikasi sempat terputus, ia mencoba menghubungi kembali dan ponselnya masih aktif, hanya saja tidak ada respons pembicaraan. Suasana terdengar menegangkan sehingga memutuskan untuk memutus sambungan telepon.

"Masih aktif hapenya, cuma tidak direspons. Selang beberapa jam tidak aktif hapenya lagi. Terus terakhir saya VC (panggilan video) tadi malam sama dia, baik-baik ji katanya di kapal," ucapnya menjelaskan.

Kendati demikian, situasi di atas kapal, kata dia, sering berubah-ubah. Kadang kalau merasa terancam perompaknya, situasi kembali tegang, sehingga mempengaruhi psikologis dan keselamatan awal kapal itu "Suamiku juga minta tolong semoga pemerintah membantu. Kami keluarga juga berharap pemerintah bisa bantu, mereka pulang dengan selamat," tuturnya dengan penuh harap.

Santi mengatakan, sejak Januari 2026 kapal jenis itu dibawa suaminya sebagai kapten, rencananya kontrak kerja habis setelah kapal tersebut tiba di tujuan. Selanjutnya berencana pulang ke Gowa, Sulsel, Indonesia dari Somalia setelah mengajukan kepulangan di tempatnya bekerja.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore