Ilustrasi toilet training (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Bagi orang tua, setiap perjalanan tumbuh kembang anak selalu membawa rasa haru sekaligus antusias. Ada momen ketika si kecil pertama kali duduk, pertama kali melangkah tanpa pegangan, atau pertama kali memanggil "mama" dan "papa". Semuanya terasa seperti hadiah kecil yang menyempurnakan hari. Namun, di antara rangkaian pencapaian itu, ada satu fase yang sering dibicarakan tetapi tidak selalu mudah dijalani, yaitu toilet training.
Transisi dari popok ke toilet bukan sekadar soal keterampilan fisik, tetapi juga kesiapan emosional, rutinitas baru, dan kerja sama antara orangtua dan anak. Banyak orangtua berharap fase ini bisa berlangsung cepat dan mulus, tetapi kenyataannya, setiap anak punya ritme dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, memahami apa itu toilet training, kapan waktu yang tepat memulainya, serta tanda-tanda kesiapan anak menjadi langkah penting sebelum memulai prosesnya.
Apa Itu Toilet Training?
Toilet training adalah proses mengajarkan anak untuk mengenali sensasi ingin buang air, menahan sebentar, lalu pergi ke toilet untuk Buang Air Kecil (BAK) atau Buang Air Besar (BAB). Toilet training bukan sekadar latihan, tetapi proses belajar yang memerlukan dukungan, kesabaran, dan lingkungan yang nyaman.
Menurut KlikDokter, pelatihan buang air sejak dini membawa sejumlah keuntungan penting. Saat anak tidak lagi bergantung pada popok, risiko munculnya ruam maupun infeksi akibat penggunaan popok dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, anak yang terbiasa menggunakan toilet sejak kecil umumnya memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami infeksi saluran kemih berulang.
Salah satu alasannya adalah karena mereka belajar mengosongkan kandung kemih dengan lebih tuntas, sehingga sisa urine yang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri tidak banyak tersisa. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa toilet training sejak usia bayi atau balita dapat menurunkan risiko terjadinya incontinence di masa mendatang, yaitu kondisi ketika seseorang sulit mengontrol buang air kecil.
Kapan Anak Siap Memulai Toilet Training?
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak ada patokan umur yang benar-benar pasti untuk memulai toilet training. Proses ini sangat bergantung pada kesiapan fisik maupun emosional anak. Secara umum, tanda-tanda kesiapan tersebut mulai muncul pada rentang usia sekitar 18 bulan hingga 2,5 tahun.
Kesiapan toilet training tidak ditentukan oleh usia semata. Berbagai sumber kesehatan seperti Alodokter, KlikDokter, dan panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sama-sama menekankan bahwa kematangan fisik, emosional, serta kemampuan komunikasi adalah faktor utama yang perlu diperhatikan.
1. Kesiapan Fisik
Beberapa tanda fisik yang menunjukkan anak mulai mampu mengontrol buang air antara lain:
2. Kesiapan Emosional dan Psikologis
Kemampuan emosional biasanya berkembang lebih lambat. Anak dapat dianggap siap apabila ia mulai menunjukkan:
3. Kesiapan Bahasa dan Komunikasi

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
