Aisah Dahlan seorang praktisi Neuroparenting Skill (Youtube/ @mom
JawaPos.com - Pengasuhan atau parenting menjadi bagian penting dalam sebuah keluarga. Orang tua berusaha mendidik buah hati mereka sejak dari dini.
Bagi orang tua muda, parenting sangat dibutuhkan. Apalagi baru punya anak. Namun, memahami parenting tidak harus menunggu memiliki buah hati dulu. Semua dapat dipelajari sebelum menikah, ketika menikah, dan ketika mempunyai anak.
Pakar parenting yang juga praktisi Neuroparenting Skill dr. Aisah Dahlan memberikan tips untuk menguasuh si buah hati. Dia banyak membahas mengenai cara pola asuh anak. Menurut Aisah Dahlan, ada yang perlu diketahui terlebih dahulu bagi orang tua. Yaitu, cara kerja otak dan mengenali wataknya.
Dia mengatakan, proses pembelajaran dan pengajaran memiliki peran penting dalam aktivitas otak, sehingga koneksi otak bukan hanya terjadi secara fisik melainkan juga melibatkan perasaan. Berbicara perihal otak, tersimpan berbagai memori yang terekam tentang kejadian yang dialami, didengar, bahkan dilihat. Pada hal ini, mencakup peristiwa positif, negatif, maupun hal ekstrem.
Baca Juga: Tantangan Hidup Single Parent: Bagaimana Menghadapi Tekanan Finansial, Waktu, dan Kesejahteraan Anak
Ketika mendidik anak, apalagi usia-usia pertumbuhan yang masih dini. Seringkali tingkah laku mereka membuat orang tua kesal ataupun marah. Misalnya, saat anak tantrum yaitu kondisi emosional yang naik, anak menangis, berteriak, maupun berguling-guling.
Keadaan saat anak tantrum biasanya memancing emosi orang tua. Lantas bagaimana mengatasinya? Dikutip pada unggahan Youtube, @mom's corner bahwa cara yang dilakukan orang tua ketika terlanjur membentak anak adalah meminta maaf dan jelaskan ulang alasan membentak dengan teriakan, seperti ibu yang berteriak karena takut anak terjatuh.
Hal tersebut terjadi karena terbawa emosi. Aisah Dahlan pun mengungkap cara untuk meredam emosi yaitu dengan beristighfar. Selanjutnya, terapkan lima baterai kasih sayang pada sang anak, karena demikian bisa menangani kondisi anak ketika tantrum.
Berikut adalah baterai kasih sayang menurut Aisah Dahlan:
Pada hal ini, biasanya memberikan afirmasi positif pada anak, beri pujian yang membuat ia senang, misalnya, ‘kamu hebat sekali’. Sayangi anak dan apresiasi setiap hal-hal kecil yang anak lakukan dalam tiap tumbuh kembangnya. Adapun kata-kata pujian yang diberikan tidak berlebihan, tetapi disampaikan dengan ketulusan dan menyentuh hati.
Seperti halnya bahasa cinta, kasih sayang orang tua pasti dibutuhkan dalam diri sang anak. Mengelus kepala, beri pelukan menjadi bentuk perlindungan bagi anak yang membuat ia merasa aman dan terdapat orang yang begitu menyayanginya. Sentuhan tersebut sebagai cara efektif untuk menunjukkan kasih sayang orang tua.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
