Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 04.34 WIB

Tantangan Hidup Single Parent: Bagaimana Menghadapi Tekanan Finansial, Waktu, dan Kesejahteraan Anak

Di balik senyum seorang single parent, tersimpan perjuangan besar demi masa depan buah hatinya (Dok. Freepik) - Image

Di balik senyum seorang single parent, tersimpan perjuangan besar demi masa depan buah hatinya (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Menjadi orang tua tunggal bukanlah jalan yang dipilih dengan mudah, melainkan sering kali merupakan konsekuensi dari keadaan seperti perceraian, ditinggalkan pasangan, atau keputusan hidup tertentu.

Di balik senyum yang berusaha ditampilkan kepada anak, terdapat beban tanggung jawab ganda yang tidak jarang membuat para single parent merasa kewalahan. Mereka harus berperan ganda sekaligus sebagai ayah dan ibu dalam mendidik, membimbing, serta mencukupi kebutuhan keluarga.

Tantangan ini semakin berat ketika dihubungkan dengan kondisi sosial dan ekonomi. Single parent tidak hanya menghadapi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, tetapi juga sering berhadapan dengan stigma masyarakat yang masih memandang sebelah mata peran orang tua tunggal.

Meski demikian, banyak kisah inspiratif menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, orang tua tunggal mampu mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang tangguh dan penuh kasih.

Dikutip dari Annie E. Casey Foundation (AECF) dan PaSo.Community, terdapat beberapa cara untuk menghadapi tantangan bagi single parents dalam membesarkan anak, yaitu:

1. Tekanan Finansial yang Berat

Salah satu tantangan terbesar single parent adalah masalah finansial. Ketika hanya ada satu sumber penghasilan, kebutuhan keluarga terasa lebih berat, mulai dari biaya sekolah, kebutuhan sehari-hari, hingga tabungan masa depan anak.

Kondisi ini membuat banyak orang tua tunggal harus bekerja lebih keras, bahkan sampai mengorbankan waktu bersama anak. Akibatnya, muncul perasaan bersalah karena merasa tidak cukup hadir dalam kehidupan anak, meski sebenarnya sedang berjuang untuk masa depan mereka.

Meski begitu, ada langkah-langkah yang bisa membantu mengurangi beban ini. Misalnya, dengan membuat anggaran rumah tangga yang lebih teratur, memprioritaskan kebutuhan utama, serta mencari peluang tambahan penghasilan yang lebih fleksibel seperti pekerjaan paruh waktu atau usaha kecil dari rumah.

Selain itu, penting juga untuk mencari dukungan dari keluarga atau komunitas, baik berupa bantuan moral maupun materi. Banyak organisasi sosial maupun komunitas daring yang menyediakan ruang berbagi tips finansial dan dukungan bagi single parent.

Dengan manajemen yang lebih bijak, tekanan finansial bisa lebih terkendali, sehingga orang tua tunggal tetap bisa menjaga keseimbangan antara tanggung jawab ekonomi dan kebersamaan dengan anak.

2. Keseimbangan Peran Ganda

Single parent juga harus menjalankan dua peran sekaligus, yaitu memberikan kasih sayang lembut seperti seorang ibu, dan di saat yang sama menjadi sosok disiplin layaknya seorang ayah. Hal ini tidak mudah, karena anak sering kali mencari figur yang hilang.

Di sinilah pentingnya komunikasi terbuka, agar anak memahami bahwa meski hanya ada satu orang tua, ia tetap mendapatkan cinta, perhatian, serta bimbingan penuh.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore