
Di balik senyum seorang single parent, tersimpan perjuangan besar demi masa depan buah hatinya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Menjadi orang tua tunggal bukanlah jalan yang dipilih dengan mudah, melainkan sering kali merupakan konsekuensi dari keadaan seperti perceraian, ditinggalkan pasangan, atau keputusan hidup tertentu.
Di balik senyum yang berusaha ditampilkan kepada anak, terdapat beban tanggung jawab ganda yang tidak jarang membuat para single parent merasa kewalahan. Mereka harus berperan ganda sekaligus sebagai ayah dan ibu dalam mendidik, membimbing, serta mencukupi kebutuhan keluarga.
Tantangan ini semakin berat ketika dihubungkan dengan kondisi sosial dan ekonomi. Single parent tidak hanya menghadapi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, tetapi juga sering berhadapan dengan stigma masyarakat yang masih memandang sebelah mata peran orang tua tunggal.
Meski demikian, banyak kisah inspiratif menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, orang tua tunggal mampu mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang tangguh dan penuh kasih.
Dikutip dari Annie E. Casey Foundation (AECF) dan PaSo.Community, terdapat beberapa cara untuk menghadapi tantangan bagi single parents dalam membesarkan anak, yaitu:
1. Tekanan Finansial yang Berat
Salah satu tantangan terbesar single parent adalah masalah finansial. Ketika hanya ada satu sumber penghasilan, kebutuhan keluarga terasa lebih berat, mulai dari biaya sekolah, kebutuhan sehari-hari, hingga tabungan masa depan anak.
Kondisi ini membuat banyak orang tua tunggal harus bekerja lebih keras, bahkan sampai mengorbankan waktu bersama anak. Akibatnya, muncul perasaan bersalah karena merasa tidak cukup hadir dalam kehidupan anak, meski sebenarnya sedang berjuang untuk masa depan mereka.
Meski begitu, ada langkah-langkah yang bisa membantu mengurangi beban ini. Misalnya, dengan membuat anggaran rumah tangga yang lebih teratur, memprioritaskan kebutuhan utama, serta mencari peluang tambahan penghasilan yang lebih fleksibel seperti pekerjaan paruh waktu atau usaha kecil dari rumah.
Selain itu, penting juga untuk mencari dukungan dari keluarga atau komunitas, baik berupa bantuan moral maupun materi. Banyak organisasi sosial maupun komunitas daring yang menyediakan ruang berbagi tips finansial dan dukungan bagi single parent.
Dengan manajemen yang lebih bijak, tekanan finansial bisa lebih terkendali, sehingga orang tua tunggal tetap bisa menjaga keseimbangan antara tanggung jawab ekonomi dan kebersamaan dengan anak.
2. Keseimbangan Peran Ganda
Single parent juga harus menjalankan dua peran sekaligus, yaitu memberikan kasih sayang lembut seperti seorang ibu, dan di saat yang sama menjadi sosok disiplin layaknya seorang ayah. Hal ini tidak mudah, karena anak sering kali mencari figur yang hilang.
Di sinilah pentingnya komunikasi terbuka, agar anak memahami bahwa meski hanya ada satu orang tua, ia tetap mendapatkan cinta, perhatian, serta bimbingan penuh.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
