Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 04.28 WIB

7 Kalimat Ajaib yang Membuat Anak Patuh dan Tidak Membangkang Orang Tuanya

Ilustrasi mengucapkan kalimat ajaib yang membuat anak patuh dan tidak membangkang orang tuanya./ freepik/ senivpetro - Image

Ilustrasi mengucapkan kalimat ajaib yang membuat anak patuh dan tidak membangkang orang tuanya./ freepik/ senivpetro

JawaPos.com - Mendidik anak agar patuh dan tidak membangkang orang tuanya memang bukanlah perkara yang mudah.

Banyak orang tua yang merasa sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi justru sering berakhir dengan pertengkaran kecil, atau bahkan perlawanan dari anak.

Padahal, anak yang patuh bukan berarti harus selalu dipaksa tunduk pada aturan, melainkan bagaimana orang tua mampu membangun komunikasi yang penuh pengertian dan kasih sayang.

Kunci utamanya ternyata ada pada pilihan kata-kata yang digunakan. Dengan kalimat yang tepat, anak bisa merasa dihargai, didengar, sekaligus diarahkan tanpa merasa diperintah atau ditekan.

Inilah mengapa ada istilah “kalimat ajaib” dalam pola asuh, yaitu rangkaian kata sederhana yang ternyata ampuh membuat anak lebih mendengar, lebih patuh, dan tidak lagi membangkang orang tuanya.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Sabtu (6/9), berikut merupakan 7 kalimat ajaib yang membuat anak patuh dan tidak membangkang orang tuanya.

1. “Bisa bantu aku…?”

Kalimat ini memiliki kekuatan besar karena membuat anak merasa dibutuhkan. Anak-anak senang ketika diberi kesempatan untuk membantu, sebab hal itu memberi mereka rasa penting dan berharga.

Dengan bertanya “Bisa bantu aku…?”, orang tua seolah sedang memberi kepercayaan bahwa anak mampu melakukan sesuatu yang berarti.

Cara ini juga lebih halus dibandingkan perintah langsung, sehingga anak tidak merasa terbebani. Selain itu, anak yang terbiasa diminta bantuan akan tumbuh dengan rasa empati dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

Jadi, selain mempermudah kerja sama, kalimat ini juga bermanfaat untuk perkembangan kepribadian anak.

2. “Maaf ya.”

Kalimat ini sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Sebagai orang tua, terkadang kita juga bisa salah mengambil sikap atau terlalu keras terhadap anak.

Mengucapkan “Maaf ya” menunjukkan bahwa orang tua berani mengakui kesalahan dan menghargai perasaan anak.

Hal ini bukan membuat wibawa orang tua berkurang, justru memberi contoh nyata bahwa meminta maaf adalah hal yang terpuji.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore