Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 03.21 WIB

Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Psikologi Anak: Cara Mendidik yang Salah Bisa Bikin Anak Rentan Depresi

Ilustrasi pola asuh yang membuat anak cerdas. (Freepik)

JawaPos.com – Pola asuh orang tua menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, emosi, dan perilaku anak.

Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa cara orang tua mendidik dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan mental anak, baik dalam aspek positif maupun negatif.

Menurut International Journal of Health Science (2022), pola asuh tidak hanya menentukan kedisiplinan, tetapi juga membentuk rasa percaya diri, regulasi emosi, serta hubungan sosial anak.

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh penuh perhatian dan konsistensi, cenderung tumbuh menjadi pribadi yang stabil secara emosional.

Sebaliknya, penelitian dari Cahaya International Conference (2023) menegaskan bahwa pola asuh yang keras dan penuh hukuman justru berisiko menimbulkan masalah psikologis seperti kecemasan, rendah diri, hingga agresivitas.

Jenis Pola Asuh dan Dampaknya

Psikolog mengklasifikasikan pola asuh menjadi empat jenis utama: otoriter, permisif, otoritatif, dan lalai.

  1. Otoriter
    Orang tua menetapkan aturan ketat tanpa ruang diskusi. Anak yang dibesarkan dengan pola ini sering tumbuh disiplin, tetapi juga rentan merasa tertekan dan kurang percaya diri.

  • Permisif
    Pola asuh yang terlalu membebaskan anak tanpa aturan jelas. Akibatnya, anak cenderung sulit mengendalikan diri, kurang disiplin, dan berpotensi kesulitan beradaptasi dengan norma sosial.

  • Otoritatif
    Pola asuh ini dianggap paling ideal. Orang tua menerapkan aturan dengan disertai kasih sayang, komunikasi terbuka, dan penghargaan pada pendapat anak. Studi dari Feelings Journal (2023) menemukan bahwa anak yang dibesarkan secara otoritatif memiliki keterampilan sosial lebih baik serta emosi yang lebih stabil.

  • Lalai (Neglectful)
    Orang tua kurang terlibat dalam kehidupan anak, baik secara emosional maupun fisik. Dampaknya, anak sering merasa tidak diperhatikan dan berisiko mengalami kesulitan membangun hubungan sehat di masa depan.

  • Dampak Psikologis pada Anak

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore