Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 12.20 WIB

6 Dampak Negatif Pola Asuh Strict Parents yang Sering Tidak Disadari, Pengaruhi Mental Anak!

Ilustrasi strict parents (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pola asuh strict parents merupakan metode pengasuhan yang sangat ketat dengan banyak pembatasan dan hukuman keras jika anak melanggar aturan.

Metode ini sering dianggap sebagai cara efektif untuk mendisiplinkan anak agar sukses, namun kenyataannya bisa menimbulkan berbagai dampak negatif pada perkembangan mental dan emosional anak. 

Pola asuh itu bisa menyebabkan hubungan orang tua dan anak menjadi dingin dan kurang suportif, sehingga menghambat kebebasan berekspresi anak yang sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang mereka. 

Pola asuh strict parents juga membatasi anak untuk berpendapat dan mengembangkan rasa percaya dirinya, yang berdampak pada banyak masalah perilaku dan kesehatan mental anak di kemudian hari.

Dilansir dari laman Halodoc dan Primaya Hospital, berikut ini adalah dampak pola asuh strict parents secara lebih terperinci 

1. Kurangnya kesempatan anak untuk menyatakan pendapat dan berekspresi

Anak yang dibesarkan dalam pola asuh strict jarang memiliki ruang untuk menyampaikan pemikiran dan perasaannya sendiri. Hal ini membuat mereka merasa terkekang dan tidak dipercaya, sehingga menurunkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri.

2. Rasa percaya diri yang rendah

Ketika orang tua terlalu ketat dan penuh aturan, anak cenderung merasa tidak cukup baik dan selalu takut melakukan kesalahan. Akibatnya, mereka jadi minder, terutama ketika berhadapan dengan lingkungan sosial yang membutuhkan keberanian dan kemandirian.

3. Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi

Anak yang takut pada hukuman atau teguran keras sering mengalami stres berkepanjangan dan kecemasan yang dapat mengganggu kesejahteraan mental mereka. Kondisi ini bahkan bisa berkembang menjadi gangguan depresif jika tidak ada perhatian lebih. 

4. Sulit mengungkapkan emosi dan membangun komunikasi hangat

Ketakutan akan ancaman hukuman membuat anak sulit mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Akibatnya, hubungan emosional dengan orang tua menjadi renggang, menghilangkan kehangatan yang seharusnya tercipta dalam keluarga.

5. Meningkatkan risiko perilaku agresif dan pemberontakan

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore