Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 17.13 WIB

8 Dampak Buruk Membandingkan Anak: Orangtua Wajib Tahu Sebelum Terlambat!

 

ilustrasi 8 Dampak Buruk Membandingkan Anak: Orangtua Wajib Tahu Sebelum Terlambat! / freepik

JawaPos.com - Dalam proses tumbuh kembang, anak sangat membutuhkan lingkungan yang menerima dan mendukung dirinya sepenuhnya. Lingkungan pertama yang memainkan peran penting adalah keluarga sebagai tempat utama pembentukan karakter dan kepribadian.
 
Dilansir dari laman YouTube Ruang Edukasi, pendidikan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan jiwa anak. Namun, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan orangtua tanpa sadar adalah membanding-bandingkan anak mereka dengan anak lain.
 
Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan perkembangan emosional anak. Jika terus berlanjut, anak bisa kehilangan rasa percaya diri dan menjauh dari keluarganya sendiri.
 
Berikut adalah 8 dampak negatif dari kebiasaan membandingkan anak:
 
 
1. Anak Mengalami Stres Berat
 
Ketika anak sering dibandingkan dengan anak lain yang dianggap lebih baik, mereka merasa terbebani. Akibatnya, anak mengalami stres, sulit tidur, dan sering merasa cemas atau gelisah.
 
2. Tumbuh Rasa Rendah Diri
 
Anak mulai berpikir bahwa dirinya tidak cukup baik di mata orangtuanya. Hal ini membuat mereka merasa gagal dan tidak percaya diri untuk mencoba hal-hal baru yang bisa membanggakan orangtua.
 
3. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
 
Anak yang sering dimarahi atau dijadikan bahan perbandingan akan merasa malu dan takut bersosialisasi. Lama-kelamaan, mereka akan menjadi pribadi tertutup dan sulit memiliki teman.
 
 
4. Sikap Acuh Tak Acuh terhadap Prestasi
 
Saat anak berusaha meraih prestasi namun tetap tidak dianggap karena tak sebanding dengan anak lain, mereka bisa menjadi cuek. Mereka merasa bahwa usaha keras mereka tak pernah cukup untuk membahagiakan orangtuanya.
 
5. Bakat Anak Menghilang
 
Ketika anak sedang mengeksplorasi bakat dan minatnya lalu dilarang karena dianggap tak berguna, itu dapat memadamkan semangat mereka. Lama-kelamaan, anak kehilangan arah dan motivasi untuk berkembang sesuai potensinya.
 
6. Merasa Tidak Berharga
 
Anak yang terus disuruh meniru anak lain akan menilai dirinya rendah. Ia akan berpikir bahwa apa pun yang dilakukannya tidak pernah cukup baik untuk dihargai.
 
7. Hubungan Anak dan Orangtua Memburuk
 
Jika anak merasa tidak dihargai dan selalu dibandingkan, ia akan menjauh dari orangtua. Timbul kecemburuan, luka batin, bahkan rasa tidak dicintai yang membuat hubungan keluarga renggang.
 
8. Persaingan Tidak Sehat Antar Saudara
 
Kebiasaan orangtua memuji salah satu anak dan meremehkan yang lain bisa menimbulkan iri hati. Ini akan menumbuhkan konflik, persaingan, bahkan pertengkaran di antara saudara kandung.
 
Setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang belum menemukan cara terbaik untuk berkembang.
 
Orangtua sebaiknya menjadi pendukung utama, bukan pengkritik yang menyakitkan. Saatnya berhenti membandingkan dan mulai membimbing anak untuk menemukan potensi terbaiknya. 
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore