Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 20.15 WIB

Jika Anda Ingin Lebih Bersahabat dengan Anak Anda Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang bersahabat dengan anak - Image

Ilustrasi seseorang yang bersahabat dengan anak

JawaPos.com - Banyak orang tua ingin memiliki hubungan yang akrab dan hangat dengan anak-anak mereka, bahkan setelah anak-anak itu tumbuh dewasa.

Namun, kenyataannya tidak semua hubungan orang tua dan anak berjalan mulus seiring berjalannya waktu.

Hubungan yang sehat tidak terjadi begitu saja ia dibangun dari interaksi sehari-hari, terutama ketika anak masih kecil dan sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua memperlakukan mereka.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/4), menurut psikologi, ada beberapa perilaku yang tampaknya "kecil" tetapi justru berdampak besar terhadap dinamika jangka panjang antara orang tua dan anak.

Jika Anda ingin hubungan Anda dengan anak menjadi lebih akrab, terbuka, dan bersahabat seiring bertambahnya usia mereka, inilah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada tujuh perilaku ini:

1. Mengontrol Segala Sesuatu

Mengendalikan setiap aspek kehidupan anak—mulai dari pakaian, teman, hobi, hingga pilihan hidup mereka—mungkin terasa seperti bentuk perhatian, tapi bagi anak, ini bisa terasa seperti pengekangan.

Psikologi berbicara: Anak yang tumbuh dengan orang tua yang terlalu mengontrol cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan rasa otonomi dan kepercayaan diri.

Ketika mereka dewasa, mereka mungkin menjauh untuk mendapatkan kebebasan yang tidak mereka rasakan sejak kecil.

Gantilah kontrol dengan kepercayaan.

Biarkan anak membuat keputusan, dan dampingi mereka sebagai pembimbing, bukan penguasa.

2. Mengabaikan Emosi Anak

Ketika anak sedih, marah, atau kecewa, banyak orang tua merespons dengan kalimat seperti, "Jangan lebay!" atau "Udah, itu bukan masalah besar."

Padahal menurut psikologi, validasi emosi sangat penting bagi perkembangan hubungan yang sehat.

Anak yang merasa emosinya diabaikan akan merasa tidak dipahami—dan jarang membuka diri di kemudian hari.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore