Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 05.05 WIB

Jika Anda Ingin Pasangan Anda Membanggakan Anda kepada Teman-Temannya, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dibanggakan oleh pasangannya / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang dibanggakan oleh pasangannya / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Setiap orang ingin merasa dihargai dalam hubungan. Bukan hanya dicintai secara pribadi, tetapi juga dihormati dan dibanggakan di depan orang lain. Ketika pasangan dengan antusias menceritakan tentang Anda kepada teman-temannya—tentang sifat Anda, cara Anda memperlakukannya, atau bagaimana Anda mendukung hidupnya—itu adalah tanda bahwa hubungan tersebut memberi rasa aman dan kebanggaan emosional.

Namun, kebanggaan dalam hubungan tidak muncul begitu saja. Psikologi hubungan menunjukkan bahwa rasa hormat dan kekaguman dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Kadang bukan karena kurang cinta, melainkan karena perilaku kecil yang perlahan mengikis kenyamanan emosional pasangan.

Banyak orang tidak sadar bahwa beberapa sikap yang terlihat sepele justru membuat pasangan enggan membicarakan hubungan mereka secara positif kepada orang lain. Mereka mungkin tetap bertahan, tetap sayang, tetapi kehilangan rasa bangga.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (16/5), jika Anda ingin pasangan Anda merasa beruntung bersama Anda dan dengan senang hati membicarakan Anda kepada teman-temannya, ada beberapa perilaku yang perlu ditinggalkan mulai sekarang.

1. Terlalu Sering Meremehkan Perasaan Pasangan

Salah satu perilaku paling merusak dalam hubungan adalah membuat pasangan merasa emosinya tidak penting.

Kalimat seperti:

“Kamu terlalu sensitif.”
“Ah, gitu aja dipikirin.”
“Lebay banget sih.”

mungkin terdengar ringan, tetapi dampaknya besar. Psikologi menyebut perilaku ini sebagai emotional invalidation, yaitu ketika seseorang merasa emosinya ditolak atau diremehkan.

Saat pasangan merasa tidak didengar, mereka perlahan berhenti terbuka. Hubungan menjadi dingin bukan karena kurang cinta, melainkan karena tidak ada ruang aman untuk merasa dimengerti.

Sebaliknya, orang yang mampu memvalidasi perasaan pasangan biasanya lebih dihormati. Bahkan ketika tidak setuju, mereka tetap mencoba memahami.

Contoh sederhana:

“Aku ngerti kenapa kamu kecewa.”
“Pasti capek ya ngalamin itu.”
“Aku mungkin belum sepenuhnya paham, tapi aku mau dengar.”

Respons seperti ini menciptakan koneksi emosional yang kuat. Dan hubungan yang terasa aman secara emosional adalah jenis hubungan yang paling sering dibanggakan seseorang kepada teman-temannya.

2. Selalu Ingin Menang Saat Berdebat

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore