Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 05.10 WIB

Jika Anda Mengucapkan “Permisi” kepada Orang Asing yang Mungkin Tidak Memperhatikan Anda, Kemungkinan Besar Anda Memiliki 8 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengucapkan permisi ke orang asing / foto: Magnific/tirachardz - Image

seseorang yang mengucapkan permisi ke orang asing / foto: Magnific/tirachardz

JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin cepat, keras, dan serba terburu-buru, ada satu kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele: mengucapkan “permisi”.

Mungkin Anda pernah melakukannya saat melewati lorong sempit di minimarket, menyelip di antara orang-orang di trotoar, atau ketika hendak mengambil barang di rak yang sedang dilihat orang lain. Bahkan ketika orang tersebut tampaknya tidak memperhatikan Anda, Anda tetap berkata, “permisi.”

Sebagian orang mungkin menganggap itu sekadar sopan santun biasa. Namun dalam psikologi sosial, tindakan kecil seperti ini sering kali mencerminkan sesuatu yang lebih dalam tentang karakter seseorang.

Kebiasaan mengucapkan “permisi” bukan hanya soal tata krama. Itu bisa menjadi tanda bagaimana seseorang memandang orang lain, mengelola emosinya, hingga bagaimana ia membangun hubungan sosial.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (16/5), terdapat delapan ciri yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tetap mengucapkan “permisi” kepada orang asing, bahkan ketika mereka sebenarnya bisa saja lewat tanpa berkata apa-apa.

1. Anda Memiliki Empati yang Tinggi

Orang yang terbiasa berkata “permisi” umumnya memiliki kemampuan untuk menyadari keberadaan dan kenyamanan orang lain.

Dalam psikologi, empati adalah kemampuan memahami perasaan atau sudut pandang orang lain. Ketika Anda berkata “permisi,” sebenarnya Anda sedang mengakui bahwa ruang yang Anda masuki juga merupakan ruang milik orang lain.

Anda tidak ingin membuat orang merasa terganggu, terkejut, atau tidak nyaman.

Hal ini menunjukkan bahwa otak Anda secara otomatis mempertimbangkan dampak perilaku Anda terhadap sekitar. Dan menariknya, banyak orang bahkan melakukannya tanpa sadar.

Empati sering terlihat bukan dari tindakan besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang konsisten.

2. Anda Menghargai Batas Personal Orang Lain

Setiap manusia memiliki “personal space” atau ruang pribadi, baik secara fisik maupun psikologis.

Ketika Anda mengatakan “permisi” sebelum lewat atau menyela, Anda sebenarnya sedang memberikan sinyal:

“Saya sadar saya memasuki ruang Anda, dan saya menghormatinya.”

Orang yang memahami batas personal biasanya juga lebih sensitif terhadap kenyamanan sosial. Mereka tidak suka memaksa, menyerobot, atau mendominasi situasi.

Dalam hubungan sehari-hari, tipe orang seperti ini sering dianggap lebih menyenangkan karena tidak membuat orang lain merasa terintimidasi.

3. Anda Dibesarkan dengan Nilai Kesopanan yang Kuat

Banyak kebiasaan kecil terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Jika Anda refleks mengucapkan “permisi,” besar kemungkinan Anda tumbuh di lingkungan yang mengajarkan pentingnya menghargai orang lain.

Namun menariknya, psikologi perkembangan menunjukkan bahwa nilai yang diajarkan sejak kecil tidak selalu bertahan hingga dewasa. Orang hanya mempertahankan kebiasaan tertentu jika kebiasaan itu benar-benar menjadi bagian dari identitas dirinya.

Artinya, ketika Anda masih konsisten bersikap sopan bahkan kepada orang asing, kemungkinan besar kesopanan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi sudah menjadi bagian dari karakter Anda.

4. Anda Cenderung Memiliki Kesadaran Sosial yang Baik

Tidak semua orang peka terhadap situasi sosial di sekitarnya.

Sebagian orang berjalan tanpa memperhatikan orang lain, berbicara terlalu keras di tempat umum, atau memotong antrean tanpa rasa bersalah.

Sebaliknya, orang yang spontan berkata “permisi” biasanya memiliki social awareness yang cukup tinggi. Mereka sadar bahwa dirinya hidup berdampingan dengan orang lain.

Kesadaran sosial membuat seseorang lebih mampu membaca suasana, memahami norma tidak tertulis, dan menyesuaikan perilaku sesuai konteks.

Inilah sebabnya mengapa orang yang sopan sering dianggap “enak diajak berinteraksi.”

5. Anda Tidak Merasa Diri Lebih Penting dari Orang Lain

Ada orang yang merasa kebutuhan dan waktunya lebih penting daripada siapa pun.

Mereka ingin cepat lewat, cepat selesai, dan tidak merasa perlu memberi penjelasan kecil seperti “permisi.”

Sebaliknya, orang yang tetap mengucapkan kata itu menunjukkan adanya kerendahan hati sosial. Mereka tidak melihat orang lain sebagai “penghalang,” tetapi sebagai sesama manusia yang layak dihormati.

Psikologi menyebut sikap ini sebagai low entitlement tendency — kecenderungan rendah untuk merasa paling berhak.

Dan dalam banyak penelitian sosial, orang dengan sifat seperti ini biasanya lebih mudah membangun hubungan yang sehat dan minim konflik.

6. Anda Ingin Menjaga Harmoni Sosial

Mengucapkan “permisi” sering kali dilakukan untuk mencegah gesekan kecil.

Mungkin Anda sebenarnya bisa lewat tanpa bicara. Namun Anda memilih mengatakan sesuatu agar situasi tetap nyaman.

Ini menunjukkan kecenderungan untuk menjaga harmoni sosial.

Orang seperti ini biasanya tidak suka drama yang tidak perlu. Mereka lebih memilih komunikasi kecil yang membuat interaksi terasa halus daripada menciptakan ketegangan yang sebenarnya bisa dihindari.

Dalam psikologi interpersonal, kemampuan menjaga kenyamanan sosial sering dikaitkan dengan kecerdasan emosional yang baik.

7. Anda Memiliki Kontrol Diri yang Cukup Tinggi

Menariknya, kesopanan sering berkaitan dengan self-regulation atau kemampuan mengontrol perilaku.

Mengapa?

Karena dalam situasi sibuk atau terburu-buru, manusia cenderung bertindak impulsif. Orang yang tetap meluangkan sepersekian detik untuk berkata “permisi” menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya dikendalikan oleh dorongan spontan.

Mereka masih punya ruang mental untuk mempertimbangkan etika sosial.

Kontrol diri seperti ini juga sering muncul dalam aspek lain kehidupan: cara berbicara, cara menghadapi konflik, hingga cara mengambil keputusan.

8. Anda Mungkin Lebih Hangat daripada yang Anda Sadari

Kadang seseorang terlihat pendiam, biasa saja, atau tidak terlalu ekspresif.

Namun kebiasaan kecil seperti berkata “permisi,” “terima kasih,” atau “maaf” sering menjadi indikator kehangatan interpersonal.

Orang-orang hangat biasanya membuat lingkungan terasa lebih nyaman tanpa harus menjadi pusat perhatian.

Mereka menunjukkan rasa hormat melalui tindakan sederhana, bukan melalui pencitraan besar-besaran.

Dan uniknya, banyak orang lebih mengingat kebaikan kecil yang tulus dibanding tindakan besar yang terasa dibuat-buat.

Mengapa Kebiasaan Kecil Ini Penting?

Di era digital saat ini, banyak interaksi manusia menjadi semakin singkat dan impersonal. Orang sibuk menatap layar, memakai earphone, atau berjalan tanpa benar-benar memperhatikan sekitar.

Karena itu, tindakan sederhana seperti mengucapkan “permisi” justru menjadi semakin bermakna.

Itu adalah pengingat kecil bahwa kita hidup bersama orang lain.

Bahwa sopan santun bukan tanda kelemahan.

Dan bahwa menghormati orang lain tidak membutuhkan usaha besar.

Psikologi modern berkali-kali menunjukkan bahwa kualitas hubungan sosial sering dibangun dari interaksi mikro — senyum kecil, ucapan singkat, nada bicara yang lembut, atau sekadar berkata “permisi.”

Hal-hal kecil inilah yang perlahan membentuk bagaimana orang melihat kita.

Penutup

Jika Anda termasuk orang yang tetap mengucapkan “permisi” kepada orang asing meskipun mereka mungkin tidak memperhatikan Anda, jangan anggap itu kebiasaan sepele.

Kemungkinan besar, tindakan kecil itu mencerminkan banyak kualitas positif dalam diri Anda: empati, kesadaran sosial, penghormatan terhadap orang lain, hingga kedewasaan emosional.

Di dunia yang sering terlalu sibuk untuk bersikap ramah, orang-orang dengan kebiasaan sederhana seperti ini justru menjadi semakin langka.

Dan sering kali, merekalah yang membuat dunia terasa sedikit lebih manusiawi.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore