
Ilustrasi seorang anak yang merasa diabaikan oleh orang tuanya. (Freepik)
JawaPos.com - Masa kanak-kanak adalah fondasi penting dalam perkembangan emosional seseorang. Pengalaman di masa kecil, terutama interaksi dengan orang tua, membentuk cara anak memahami dan merespons emosi. Kurangnya empati dari orang tua dapat meninggalkan bekas mendalam pada diri seorang anak.
Melansir Global English Editing pada Minggu (23/3), berikut adalah 7 pengalaman masa kecil yang bisa menjadi tanda kurangnya empati dari orang tua di masa lalu. Mengenali hal ini bisa menjadi langkah awal untuk memahami diri sendiri dan memperbaiki hubungan di masa depan.
1. Diberitahu untuk Tegar saat Sedih atau Terluka
Ketika seorang anak merasa sedih atau terluka, respons alami orang tua yang penuh kasih adalah memberikan dukungan dan pengertian. Namun, bagi sebagian orang, mereka mungkin sering mendengar kalimat seperti, "Sudahlah, jangan cengeng," atau "Kamu harus kuat."
Alih-alih menawarkan kenyamanan, orang tua justru menyuruh anak untuk bersikap tegar dan menghadapi kesulitan sendiri. Kurangnya empati ini membuat anak merasa emosinya tidak valid atau penting.
2. Kritik yang Konstan dan Meremehkan
Kritik membangun tentu diperlukan dalam mendidik anak, tetapi kritik yang terus-menerus dan meremehkan dapat sangat menyakitkan.
Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang selalu melihat kesalahan dan kekurangan mereka cenderung memiliki harga diri yang rendah. Mereka merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tuanya. Situasi ini menghambat perkembangan rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengambil risiko.
3. Emosi Anak Dianggap Berlebihan atau Drama
Ketika anak mengungkapkan kekecewaan, ketakutan, atau kemarahan, orang tua yang kurang berempati mungkin merespons dengan mengatakan, "Kamu terlalu dramatis," atau "Jangan berlebihan."
Respons ini membuat anak merasa bahwa emosi yang mereka rasakan tidak valid atau tidak pantas untuk diungkapkan. Anak jadi belajar untuk menekan perasaannya karena takut dianggap berlebihan.
4. Orang Tua Lebih Sibuk dengan Diri Sendiri
Orang tua yang kurang berempati sering kali lebih fokus pada kebutuhan dan masalah mereka sendiri daripada mendengarkan atau memperhatikan apa yang dirasakan anak.
Anak mungkin merasa diabaikan atau tidak penting ketika orang tua terus-menerus mengalihkan pembicaraan kembali pada diri mereka sendiri. Hal ini bisa menciptakan rasa kesepian dan kurangnya koneksi emosional antara orang tua dan anak.
5. Sulit Menerima Kegagalan atau Kesalahan Anak

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
