Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 00.35 WIB

7 Perilaku Orang Tua Ini Akan Membuat Anak Tumbuh Menjadi Individu Nakal dan Pemberontak, Menurut Psikologi

7 Perilaku Orang Tua yang Mendidik Anak Nakal dan Pemberontak, Menurut Psikologi (freepik) - Image

7 Perilaku Orang Tua yang Mendidik Anak Nakal dan Pemberontak, Menurut Psikologi (freepik)

JawaPos.com - Membesarkan anak bukanlah pekerjaan mudah. Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh bahagia, penuh rasa hormat, dan bertanggung jawab, namun terkadang, perilaku tertentu dapat memberikan efek sebaliknya tanpa kita sadari.

Psikologi menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan mengasuh anak sebenarnya dapat menyebabkan ketidakpatuhan dan pemberontakan pada anak.

Perilaku ini mungkin berasal dari niat baik, tetapi seiring waktu, hal itu dapat mendorong anak-anak untuk menentang otoritas, melanggar aturan, dan menantang batasan dengan cara yang tidak sehat.

Kabar baiknya? Setelah Anda mengenali pola-pola ini, Anda dapat mulai membuat perubahan.

Dilansir dari geediting.com, Senin (3/3)- berikut adalah tujuh perilaku pengasuhan umum yang dapat menyebabkan anak menjadi tidak patuh dan memberontak, berdasarkan psikologi.

1. Terlalu mengontrol

Setiap orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya, namun terkadang, terlalu banyak kontrol dapat menjadi bumerang.

Ketika anak-anak merasa tidak mempunyai suara dalam kehidupan mereka sendiri, mereka mungkin mulai memberontak hanya untuk mendapatkan kembali rasa kemandirian.

Hal ini terutama berlaku ketika orang tua mengatur segalanya secara mendetail,.mulai dari apa yang dikenakan anak mereka hingga dengan siapa mereka dapat berteman dan bagaimana mereka menghabiskan waktu luang mereka.

Jika orangtua terlalu mengontrol, mereka tidak memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan keterampilan tersebut sendiri.

Sebaliknya, anak mungkin melawan dengan melanggar peraturan, berbohong, atau bertindak sesuatu hanya untuk merasakan adanya kendali atas kehidupan mereka sendiri.

2. Tidak mendengarkan perasaan mereka

Anak-anak yang merasa tidak didengarkan sering kali bertindak karena frustrasi, entah itu berarti membantah, melanggar aturan, atau menutup diri sepenuhnya.

Terkadang, hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai orang tua adalah sekadar mendengarkan. Tidak semua perasaan perlu diperbaiki, terkadang, perasaan itu hanya perlu diakui.

3. Terlalu keras dalam memberikan disiplin

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore