
Ilustrasi pengguna mobil listrik melakukan pengisian daya pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dikelola PLN. (Istimewa)
JawaPos.com - Segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih menghadapi tekanan di tengah pasar otomotif Indonesia yang mulai dipenuhi lebih banyak pilihan kendaraan. Salah satu perubahan yang ikut memengaruhi persaingan tersebut adalah semakin banyaknya mobil listrik dengan harga yang mulai beririsan dengan kendaraan LCGC.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan pasar otomotif.
“Kita ingin bahwa seluruh segmennya itu bisa terangkat, ya kebetulan LCGC itu kan konvensional. Nah, di tengah kemarin itu kan banyak pendatang-pendatang lain yang harganya terjangkau,” kata Kukuh di sela-sela konferensi pers Gaikindo Auto Week (GAW) 2026 di Jakarta, Selasa (22/9).
Kukuh membenarkan bahwa harga menjadi salah satu faktor yang membuat mobil listrik mulai bersinggungan dengan segmen LCGC. Namun, menurutnya, pilihan tersebut belum tentu bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Itu bisa dilihat sebagai satu poin beririsan. Memang iya. Tapi kembali lagi, yang pembeli mobil listrik yang harganya terjangkau pun, kebanyakan kan orang kota. Dan orang kota yang ekonominya menengah ke atas,” ujarnya.
Kukuh menilai kondisi daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting dalam perkembangan pasar otomotif. Ia menyebut distribusi kemampuan membeli kendaraan masih belum merata. Ia kemudian menjelaskan bahwa persoalan daya beli masih berkaitan dengan kondisi kelas menengah yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan.
“Itu karena terjangkau orang punya uang. Yang belum punya uang, ya berat (beli mobil listrik),” kata Kukuh.
Di sisi lain, tekanan terhadap LCGC juga berkaitan dengan struktur industri kendaraan tersebut. Kukuh mengatakan LCGC memiliki tingkat komponen lokal yang tinggi, sementara pemain lain dapat memiliki keunggulan dari sisi skala produksi.
“Kita ingin bahwa seluruh segmennya itu bisa terangkat, ya. Kecuali LCGC itu kan konvensional. Nah, di tengah kemarin itu kan banyak pendatang-pendatang lain yang harganya terjangkau,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022