
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah mulai menyiapkan skema insentif kendaraan listrik yang mempertimbangkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong semakin besarnya penggunaan komponen lokal dalam industri kendaraan listrik nasional.
Melansir Antara, Kamis (3/9) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian tengah menghitung dan mempelajari kemungkinan pemberian insentif berdasarkan capaian TKDN sebuah produk.
Menurut Agus, arahan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pemerintah ingin memastikan kebijakan insentif tidak hanya mendorong penjualan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri.
“Coba kita mulai hitung agar kita coba pelajari memberikan program insentif yang berbasis penguatan nilai TKDN,” kata Agus saat peresmian fasilitas produksi BYD Indonesia di Subang, Jawa Barat, Kamis.
Agus menilai, produk dengan tingkat TKDN yang lebih tinggi layak mendapat perhatian lebih dalam penyusunan kebijakan insentif.
“Semakin tinggi nilai TKDN itu semakin perlu mendapat perhatian dari pemerintah termasuk persiapan-persiapan insentifnya,” ujarnya.
Kementerian Perindustrian, lanjut Agus, akan segera menyusun desain program tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.
Kebijakan insentif berbasis TKDN disiapkan sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Agus menegaskan, pengembangan kendaraan listrik tidak boleh hanya berorientasi pada pembentukan pasar. Pemerintah juga ingin investasi di sektor ini meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas penggunaan komponen buatan dalam negeri.
Dalam peta jalan kendaraan listrik, batas minimum TKDN ditingkatkan secara bertahap. Targetnya mencapai 40 persen pada 2026, 60 persen pada 2027-2029, dan 80 persen mulai 2030.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
