
PT BYD Motor Indonesia meresmikan pabrik di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Kamis (3/9). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Fasilitas manufaktur yang baru didirikan di Subang, Jawa Barat, siap menyerap 5.000 pekerja lokal untuk mendukung pengembangan industri otomotif secara nasional.
General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang dalam peresmian pabrik tersebut di Subang, Kamis, menyatakan pabrik tersebut melibatkan 5.000 pekerja lokal dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Agar model mobil di sini dapat diproduksi dengan sempurna, hari ini kami sudah memiliki 5.000 pekerja lokal dari seluruh Indonesia. Mereka rajin, mereka bekerja keras," kata Liu.
Jumlah tenaga kerja itu diproyeksikan meningkat hingga sekitar 20.000 orang ketika pabrik telah beroperasi dalam kapasitas penuh. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektare itu memiliki nilai investasi mencapai belasan triliun rupiah.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, yang akan digunakan untuk membuat mobil listrik murni dan hybrid. Di sana, dilakukan empat proses manufaktur utama otomotif, yakni pengepresan atau stamping, pengelasan (welding), pengecatan (painting), dan perakitan (assembly).
Jenama tersebut membawa teknologi dan proses manufaktur yang dimilikinya ke fasilitas tersebut untuk mendukung produksi kendaraan energi baru di Indonesia.
Fasilitas baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produksi BYD di Indonesia, tetapi, juga menjadi bagian dari pengembangan industri otomotif nasional berbasis teknologi.
"Basis produksi ini adalah basis produksi mobil energi baru 100 persen terbesar di Indonesia saat ini," ujar Liu.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga menghadiri peresmian tersebut berharap, mengharapkan investasi BYD tidak berhenti pada produksi kendaraan, tetapi, terus dikembangkan dalam ekosistem industri kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir, mulai dari industri pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, manufaktur kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik hingga industri daur ulang baterai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022