Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2026 | 01.07 WIB

BEV, HEV, dan PHEV Terus Tumbuh, Konsumen Indonesia Dinilai sudah Temukan Pilihan Tepat 

Jetour T2 i-DM dirancang sebagai SUV plug-in hybrid yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas. (Dony Lesmana/JawaPos.com) - Image

Jetour T2 i-DM dirancang sebagai SUV plug-in hybrid yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas. (Dony Lesmana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia tidak lagi didorong oleh satu jenis teknologi saja.

Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sama-sama mencatatkan peningkatan penjualan, menandakan konsumen mulai menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.

Kondisi tersebut tercermin dari kinerja pasar kendaraan elektrifikasi sepanjang semester I 2026. Penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pangsa pasarnya pun naik signifikan dari 23 persen menjadi 38 persen, menunjukkan percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas Joshua Pardede menilai, tren tersebut menunjukkan masyarakat sebenarnya telah menemukan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Menurutnya, perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul kini tidak lagi menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian.

"Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi (BEV, HEV dan PHEV) menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul," ujar Joshua dalam Dialog Otomotif Nasional yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di sela GIIAS 2026, Rabu (5/8).

Joshua menambahkan, karakteristik penggunaan kendaraan setiap konsumen berbeda-beda. Karena itu, keberadaan berbagai pilihan teknologi elektrifikasi justru menjadi keuntungan bagi pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan mobilitas sangat beragam.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) Munawar Chalil mengatakan Indonesia tidak perlu terjebak dalam perdebatan mengenai teknologi kendaraan elektrifikasi yang paling baik. Yang lebih penting adalah mencari teknologi, atau kombinasi teknologi, yang paling sesuai dengan karakteristik pasar nasional.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore