
Chief Officer Accounting Group Toyota Motor Corp. Takanori Azuma. (Toyota)
JawaPos.com - Toyota Motor Corp. menaikkan proyeksi laba bersih untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027. Revisi tersebut didorong pelemahan nilai tukar yen dan permintaan mobil hybrid yang tetap kuat di berbagai pasar.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (5/8), Toyota kini memperkirakan laba bersih mencapai 3,25 triliun yen atau sekitar Rp 373,75 triliun (kurs 1 JPY = Rp 115). Sebelumnya, produsen mobil terbesar di dunia itu memproyeksikan laba bersih sebesar 3 triliun yen atau sekitar Rp 345 triliun.
Meski menaikkan target, Toyota tetap memperkirakan laba bersih tahun ini turun 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu antara lain dipengaruhi dampak konflik di Timur Tengah terhadap kegiatan bisnis perusahaan.
Toyota juga merevisi naik proyeksi laba operasional menjadi 3,4 triliun yen atau sekitar Rp 391 triliun, dari sebelumnya 3 triliun yen atau Rp 345 triliun. Sementara itu, target penjualan dinaikkan menjadi 54 triliun yen atau sekitar Rp 6.210 triliun, dari sebelumnya 51 triliun yen atau sekitar Rp 5.865 triliun.
Perusahaan mengubah asumsi nilai tukar dari 150 yen menjadi 160 yen per dolar Amerika Serikat (AS), serta dari 180 yen menjadi 181 yen per euro. Pelemahan yen diperkirakan menambah laba operasional sekitar 480 miliar yen atau sekitar Rp 55,2 triliun karena meningkatkan nilai pendapatan luar negeri saat dikonversi ke mata uang Jepang.
Di sisi lain, dampak konflik Timur Tengah terhadap laba operasional diperkirakan berkurang. Toyota kini memperkirakan beban sebesar 510 miliar yen atau sekitar Rp 58,65 triliun, lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya 670 miliar yen atau sekitar Rp 77,05 triliun, setelah perusahaan mengembangkan jalur logistik alternatif.
Toyota menyatakan masih menghitung dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pekan lalu. Karena proses evaluasi belum selesai, dampaknya belum dimasukkan ke dalam proyeksi kinerja tahun ini.
Meski ketidakpastian global masih tinggi, Toyota tetap mempertahankan target produksi kendaraan Toyota dan Lexus sebanyak 10 juta unit pada tahun fiskal ini. Menurut Chief Accounting Officer Toyota, Takanori Azuma, kinerja yang kuat di AS dan sejumlah pasar lain mampu menutupi pelemahan permintaan di beberapa wilayah.
Pada periode April hingga Juni 2026, Toyota membukukan laba bersih 1,48 triliun yen atau sekitar Rp 170,2 triliun, melonjak 75,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu didorong pelemahan yen dan meningkatnya penjualan kendaraan hybrid.
Namun, laba operasional kuartal pertama turun 8,8 persen menjadi 1,06 triliun yen atau sekitar Rp 121,9 triliun. Toyota menyebut konflik Iran telah memangkas laba sekitar 75 miliar yen atau sekitar Rp 8,63 triliun.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
