
Mobil-mobil bekas menunggu dipinang pemilik barunya (Rian Alfianto/JawaPos.com)
NaJawaPos.com - Permintaan mobil bekas di Indonesia masih menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan suku bunga, segmen kendaraan bekas justru menjadi penopang utama pertumbuhan salah satu emiten otomotif, dengan pendapatan dari bisnis ini melonjak 57,4 persen secara tahunan dan mendorong kenaikan pendapatan perusahaan hingga 31,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka tersebut yang dicatat dalam lini bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id yang menjadi motor utama pertumbuhan kinerja PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC).
Kontribusi dari lini usaha tersebut mendorong pendapatan perusahaan naik 31,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp589,9 miliar, sekaligus menghasilkan laba bersih sebesar Rp8,9 miliar.
Kinerja penjualan mobil bekas menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan ASLC selama enam bulan pertama tahun ini. Pendapatan dari transaksi mobil bekas mencapai Rp493,4 miliar atau meningkat 57,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp313,4 miliar.
“Melalui kinerja Caroline.id tersebut, kita bisa membaca bahwa ASLC semakin menjadi automotive omnichannel marketplace utama di Indonesia,” Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.
Perseroan menjelaskan, transformasi digital yang mulai dijalankan sejak ASLC melantai di bursa pada awal 2022 telah membentuk ekosistem kendaraan bekas berbasis online to offline yang terintegrasi melalui Caroline.id dan JBA Indonesia.
Hasilnya, meski belum menambah jaringan cabang Caroline.id serta di tengah tekanan ekonomi dan tren kenaikan suku bunga, bisnis mobil bekas perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 57,4 persen secara tahunan.
Sementara itu, kinerja JBA Indonesia sebagai balai lelang terbesar di Indonesia terdampak oleh berkurangnya pasokan kendaraan dari perusahaan pembiayaan.
Hingga kuartal II 2026, volume kendaraan yang dilelang melalui JBA sedikit turun menjadi 23,6 ribu unit atau 1,3 persen dari 23,9 ribu unit pada kuartal sebelumnya. Kendati demikian, JBA masih membukukan pendapatan sebesar Rp98,4 miliar.
Adapun MotoGadai, anak usaha ASLC yang bergerak di bisnis gadai, mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,3 miliar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022