
Cara menuangkan pelumas saat melakukan ganti oli mesin pada sepeda motor.
JawaPos.com - Perkembangan teknologi mesin sepeda motor terus mendorong produsen pelumas melakukan penyesuaian produk agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna. Menjawab tantangan tersebut, Motul melakukan pembaruan pada lini pelumas mesin dua tak (2T) melalui peningkatan spesifikasi Motul 510 2T dan Motul 710 2T.
Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyesuaikan produk dengan perkembangan teknologi kendaraan roda dua sekaligus mengikuti standar pelumasan terbaru yang berlaku di industri otomotif.
Salah satu perubahan utama terletak pada peningkatan spesifikasi yang kini telah memenuhi standar JASO FD M345, standar tertinggi dalam klasifikasi pelumas mesin dua tak yang dikeluarkan oleh Japanese Automotive Standards Organization (JASO).
Standar JASO M345 digunakan untuk mengukur performa pelumas 2T melalui sejumlah parameter penting, mulai dari kemampuan pelumasan (lubricity), daya pembersih mesin (detergency), pengendalian asap hasil pembakaran, hingga kemampuan mencegah terbentuknya deposit pada komponen mesin. Pada klasifikasi tersebut, JASO FD berada di level tertinggi dibandingkan standar JASO FC.
Pelumas varian baru untuk motor sport dan offroad. (AI)
Managing Director PT Motul Indonesia Energy (MIE), Welmart Purba, mengatakan peningkatan spesifikasi dilakukan agar produk dapat memberikan perlindungan mesin yang lebih optimal sesuai tuntutan teknologi kendaraan saat ini.
"Motul terus menyesuaikan produknya dengan standar terbaru untuk memastikan perlindungan mesin tetap optimal, performa tetap konsisten, serta memberikan kenyamanan berkendara baik untuk penggunaan harian maupun kebutuhan performa tinggi," ujarnya.
Selain peningkatan spesifikasi, Motul juga memperkenalkan identitas visual baru pada kemasan produk yang mengikuti standar global perusahaan. Proses pergantian produk di pasar dilakukan secara bertahap melalui skema phase in dan phase out guna menjaga ketersediaan produk di seluruh jaringan distribusi.
Pelumas seri 510 2T dirancang untuk penggunaan harian dengan fokus pada perlindungan terhadap keausan komponen mesin. Formula yang digunakan diklaim mampu membantu menjaga performa mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi berkendara, termasuk saat menghadapi lalu lintas perkotaan yang padat.
Pelumas ini juga mengadopsi teknologi low smoke yang bertujuan mengurangi emisi asap hasil pembakaran sehingga proses pembakaran menjadi lebih bersih.
Sementara itu varian 710 2T ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi. Pelumas berbasis 100 persen Synthetic Ester ini dirancang untuk memberikan perlindungan pada mesin yang bekerja pada putaran tinggi maupun dalam kondisi penggunaan yang lebih berat.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
