Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 19.04 WIB

Jangan Salah Paham Soal Jarak Tempuh Mobil Listrik, Ini Bedanya CLTC, NEDC, dan WLTP

Baterai mobil listrik Hyundai yang akan diproduksi di Cikarang, Jawa Barat. (JawaPos.com) - Image

Baterai mobil listrik Hyundai yang akan diproduksi di Cikarang, Jawa Barat. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Saat melihat spesifikasi mobil listrik, banyak konsumen menemukan klaim jarak tempuh yang cukup tinggi. Ada mobil yang disebut mampu menempuh 500 km, bahkan lebih, dalam sekali pengisian baterai.

Namun ketika digunakan sehari-hari, hasilnya sering kali berbeda dari angka yang tertera di brosur atau iklan. Kondisi tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh metode pengujian yang digunakan untuk menghitung efisiensi dan daya jelajah kendaraan listrik.

Saat ini terdapat tiga standar pengujian yang paling sering digunakan produsen otomotif, yakni CLTC, NEDC, dan WLTP. Ketiganya memiliki metode simulasi berbeda sehingga hasil jarak tempuh yang dihasilkan juga tidak sama.

1. CLTC, Standar Mobil Listrik Asal China

CLTC atau China Light-Duty Vehicle Test Cycle merupakan standar pengujian yang digunakan di Tiongkok. Metode ini cukup sering ditemukan pada mobil listrik asal China yang masuk ke pasar Indonesia.

Pengujian CLTC dibuat berdasarkan pola lalu lintas perkotaan di China yang cenderung padat dengan kecepatan rendah hingga menengah. Karena simulasi pengujiannya lebih ringan, hasil jarak tempuh CLTC biasanya terlihat lebih tinggi dibanding standar lain.

Misalnya, mobil listrik dengan klaim 500 km berdasarkan CLTC bisa saja hanya mencatat sekitar 420–450 km jika diuji menggunakan standar WLTP.

Kelebihan CLTC:

  • Cocok menggambarkan penggunaan dalam kota
  • Efisiensi kendaraan terlihat lebih optimal
  • Menampilkan potensi maksimal baterai

Kekurangan CLTC:

  • Cenderung terlalu optimistis
  • Kurang merepresentasikan perjalanan luar kota atau kecepatan tinggi
  • Hasil penggunaan riil bisa berbeda cukup jauh

2. NEDC, Standar Lama yang Masih Dipakai

NEDC atau New European Driving Cycle merupakan metode pengujian lama yang sebelumnya digunakan di Eropa sebelum akhirnya digantikan WLTP.

Standar ini awalnya dikembangkan untuk kendaraan bensin dan diesel, lalu digunakan pula pada mobil listrik generasi awal. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan pola simulasi tertentu.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore