
Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto dan Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam bersama Executive President of Japan Business Group CATL Ni Zheng (tengah). (TMMIN)
JawaPos.com - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjalin kerja sama strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.
Dalam kerja sama tersebut, TMMIN mengalokasikan investasi sekitar Rp1,3 triliun yang difokuskan pada pengembangan produksi baterai hybrid di dalam negeri.
Langkah ini melanjutkan fasilitas produksi battery pack yang telah berjalan di Karawang untuk model elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.
Dala pernyataan resminya, Selasa (21/4) Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyebut kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kapabilitas produksi, mulai dari perakitan baterai hingga pengembangan sel dan modul secara lokal.
"Selama ini, komponen inti seperti sel baterai masih bergantung pada impor," ujarnya.
Dengan adanya kerja sama ini, produksi komponen utama diharapkan dapat dilakukan oleh tenaga kerja dalam negeri.
Selain meningkatkan kandungan lokal, langkah ini juga berpotensi memperkuat kompetensi sumber daya manusia serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Industri Baterai RI Mulai Terbentuk
Kerja sama kedua perusahaan tersebut mencerminkan perkembangan industri baterai di Indonesia yang semakin matang. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia активно mendorong hilirisasi sumber daya alam seperti nikel untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.
Sejumlah proyek besar mulai bermunculan, baik dari investor global maupun kolaborasi dengan perusahaan nasional. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena ketersediaan bahan baku serta dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri baterai.
Di sisi global, CATL sendiri merupakan pemain utama industri baterai. Berdasarkan data industri, perusahaan ini menguasai lebih dari sepertiga pangsa pasar baterai dunia dan terus mencatat pertumbuhan produksi serta penjualan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
