
Penggantian pelumas pada mobil harus dilakukan secara rutin. (Ilustrasi)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah turut memberikan dampak pada sektor otomotif, tak terkecuali harga spare part dan oli motor. Hal ini diungkap oleh akun Instagram @bushcoo.
Bahkan, sejumlah bengkel disebut-sebut terpaksa menaikan tarif servis. Sebab, sebagian besar komponen masih bergantung dengan impor.
Oli mesin sendiri merupakan salah satu yang paling terdampak. Harganya naik sekitar Rp 20 ribu dari Rp 55 ribu menjadi Rp 75 ribu dalam beberapa minggu terakhir.
“Pemilik bengkel di Palmerah, Jakarta Barat, mengatakan kenaikan harga kebutuhan bengkel saat ini berkisar antara 20 hingga 30 persen,” ungkap akun tersebut.
Bukan hanya harga oli yang terdampak, sejumlah komponen kendaraan lain seperti ban, baut, dan vanbelt juga ikut mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu oleh membengkaknya biaya impor serta distribusi.
Di saat yang sama, ketersediaan beberapa suku cadang mulai menipis akibat terganggunya rantai pasokan global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dampaknya turut dirasakan konsumen dalam pengeluaran sehari-hari. Jika sebelumnya biaya servis motor umum beserta penggantian oli berkisar Rp150 ribu, kini angkanya bisa menembus Rp250 ribu.
Situasi tersebut membuat sebagian pemilik kendaraan memilih mengurangi jadwal servis, menunda pergantian komponen tertentu, hingga menekan kebutuhan lain agar motor tetap dapat digunakan untuk menunjang aktivitas harian.
Hal ini pun mendapat tanggapan dari netizen, salah satunya @hmahardik***. Dia mengungkap bahwa kenaikan harga pelumas disebabkan oleh eskalasi perang yang meningkat di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS).
“Gimana ngomongnya ya.. Sebelum ada kabar rupiah anjlok, produsen pelumas sudah melakukan skema harga jual pelumas di semua merk pelumas. Setahu saya bukan karena rupiah anjlok, tapi karena efek perang Iran Amerika. Kenapa bisa begitu, karena base oil (minyak mentah) negara kita masih Impor. Dan kenapa bisa naik, karena kapal tanker Pertamina tidak boleh lewat selat Hormuz,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
