
Chery Tiggo 8 CHS salah satu pilihan mobil irit di segmen hybrid.
JawaPos.com - Di tengah fluktuasi harga energi global dan tren kenaikan harga BBM, biaya operasional kendaraan kini menjadi perhatian utama banyak keluarga di Indonesia. Pengeluaran BBM, baik untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh, semakin terasa membebani anggaran rumah tangga.
Kondisi ini membuat efisiensi BBM bukan lagi sekadar keunggulan tambahan. Tak sedikit konsumen mulai melirik kendaraan dengan teknologi yang mampu menekan konsumsi energi tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa.
Salah satu pendekatan yang kini semakin relevan adalah penggunaan mobil hybrid, yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk mendukung efisiensi selama berkendara. Dengan kombinasi tersebut, kendaraan hybrid dinilai mampu memberikan biaya mobilitas yang lebih terkendali, terutama untuk penggunaan harian.
Salah satu contoh yang diklaim menawarkan efisiensi tersebut datang dari lini kendaraan hybrid milik Chery melalui teknologi Chery Super Hybrid (CSH). Pada model Chery Tiggo 8 CSH, misalnya, efisiensi penggunaan energi disebut dapat memberikan penghematan biaya operasional yang signifikan dibanding kendaraan konvensional di kelas sejenis.
Berdasarkan simulasi dengan asumsi harga BBM Rp12.300 per liter dan penggunaan rata-rata 40 km per hari atau sekitar 1.200 km per bulan, konsumsi gabungan listrik dan bahan bakar tercatat berada di kisaran 184 kWh dan 15,8 liter BBM.
Dengan skenario tersebut, biaya mobilitas bulanan disebut dapat berada di angka sekitar Rp506 ribu. Jika dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama, angka ini menunjukkan potensi penghematan yang cukup besar.
Efisiensi tersebut didukung oleh penggunaan mesin hybrid generasi terbaru ACTECO 1.5TGDI dengan thermal efficiency 44,5 persen, yang dipadukan dengan sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dengan efisiensi hingga 98,5 persen. Kombinasi teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi dalam berbagai kondisi berkendara.
Selain Tiggo 8 CSH, model Chery Tiggo 9 CSH juga disebut menawarkan efisiensi serupa. Salah satu pengalaman penggunaan datang dari konsumen bernama Leyana Riesca yang mengaku mencoba kendaraan tersebut untuk perjalanan mudik rute Bogor–Surabaya.
Ia menuturkan bahwa selama perjalanan, kendaraan tetap terasa responsif namun efisien untuk digunakan jarak jauh.
“Saya mencoba perjalanan mudik Bogor–Surabaya dengan gaya berkendara normal, kadang akselerasi, kadang santai. Menariknya, saya tidak perlu mengisi bensin sama sekali di tengah perjalanan. Efisiensinya sangat terasa, dan saya juga cukup terkesan dengan performa tenaganya. Secara keseluruhan, biaya perjalanan pulang-pergi Bogor–Surabaya–Bogor sekitar 1.600 km untuk satu keluarga hanya sekitar Rp700 ribuan untuk bahan bakar, ditambah biaya charging kurang dari Rp200 ribuan,” ujarnya.
Sistem hybrid seperti ini umumnya bekerja dengan menyesuaikan mode berkendara secara otomatis antara pure EV dan HEV, bergantung pada kondisi jalan, kecepatan, dan kebutuhan tenaga secara real-time. Dengan begitu, penggunaan energi dapat lebih optimal baik saat berkendara di area perkotaan maupun perjalanan antarkota.
Dari sisi pengujian, teknologi CSH disebut telah diuji di lebih dari 20 negara dengan total jarak lebih dari 20.000 km, mencakup berbagai kondisi jalan mulai dari perkotaan, jalur pegunungan, hingga kemacetan padat. Hasil pengujian tersebut diklaim menunjukkan performa efisiensi yang tetap konsisten tanpa mengurangi kenyamanan berkendara.
Selain itu, beberapa kendaraan hybrid modern juga telah dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan suplai daya listrik ke perangkat eksternal. Fitur ini dinilai cukup berguna untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas luar ruang seperti berkemah atau perjalanan keluarga.
Namun, perlu dicatat bahwa efisiensi BBM mobil tidak hanya ditentukan oleh teknologi kendaraan semata. Kondisi kendaraan yang prima juga berperan penting dalam menjaga konsumsi energi tetap optimal.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pengguna antara lain menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, mengganti filter udara dan busi secara berkala, menghindari muatan berlebih, serta memastikan servis rutin dilakukan tepat waktu.
