Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2026 | 02.24 WIB

Sering Lewat Jalan Licin? 8 Bagian Kaki Mobil Bisa Rusak Diam-Diam!

Mobil yang mengalami aquaplaning di jalan licin dengan genangan genangan air - Image

Mobil yang mengalami aquaplaning di jalan licin dengan genangan genangan air

JawaPos.com - Banyak pengemudi mengira jalanan licin hanya berbahaya karena risiko tergelincir. Padahal, dampaknya jauh lebih luas.

Tanpa kamu sadari, kondisi jalan basah dan penuh genangan bisa mempercepat kerusakan berbagai komponen kaki mobil.

Mulai dari bunyi aneh di bawah mobil, setir terasa tidak presisi, hingga risiko aquaplaning yang mengancam keselamatan. Jika dibiarkan, biaya perbaikannya tentu tidak sedikit.

Karena itu, penting bagi kamu memahami 8 dampak jalanan licin terhadap kaki mobil seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Muncul Bunyi dari Bawah Mobil

Salah satu tanda paling umum saat kamu melintas di jalan licin adalah munculnya bunyi seperti gluduk, ngik-ngik, atau krek-krek dari bawah mobil.

Suara ini biasanya terdengar lebih jelas ketika jalanan basah. Saat jalan kering, gesekan antara ban dan aspal lebih solid sehingga getaran kecil dari kaki mobil cenderung tidak terasa.

Namun ketika jalan licin, getaran dan goyangan kecil justru lebih terasa dan memperjelas bunyi yang sebenarnya sudah ada sebelumnya.

Beberapa penyebabnya antara lain pelumasan pada joint, bushing, atau ball joint yang terbilas air hujan, karet kaki mobil yang mulai aus, link stabilizer atau bearing yang bermasalah, hingga sistem rem yang basah dan menimbulkan suara gesekan.

2. Risiko Terjadinya Aquaplaning

Jalanan licin dengan genangan air tebal bisa menyebabkan aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban seperti “mengambang” di atas air dan kehilangan daya cengkeram.

Saat itu terjadi, kamu akan merasa mobil sulit dikendalikan, bahkan setir terasa ringan dan tidak responsif. Risiko terbesarnya adalah mobil bisa berpindah jalur secara tiba-tiba, membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain.

3. Ban Mobil Mengalami Selip

Ban selip terjadi ketika alur telapak ban tidak mampu lagi membuang air secara maksimal. Akibatnya, traksi berkurang drastis dan mobil menjadi sulit dikontrol.

Beberapa faktor yang memperparah kondisi ini adalah kecepatan tinggi saat hujan, tekanan angin yang tidak sesuai standar, serta kondisi ban yang sudah tipis atau botak. Semakin buruk kondisi ban, semakin besar pula risiko mobil tergelincir di jalan basah.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore