
Detail ubahan Suzuki XL7 Alpha Kuro, lampu dengan nuansa hitam di depan dan belakang, serta roof rail menghapus warna silver. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengguna mobil matik di Indonesia terus bertambah, terutama di kota-kota besar yang akrab dengan kemacetan. Wajar saja, mobil matik menawarkan kenyamanan karena kamu tidak perlu repot mengatur kopling dan perpindahan gigi secara manual saat berkendara.
Namun di balik kepraktisannya, mobil matik juga punya karakter khusus yang harus dipahami. Tanpa pengetahuan yang cukup, kebiasaan berkendara yang terlihat sepele justru bisa mempercepat kerusakan transmisi.
Nah, supaya mobil matik kamu tetap awet, yuk kenali 4 kebiasaan buruk yang sering dilakukan tanpa sadar seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Salah Menggunakan Posisi Gigi Transmisi
Salah satu kesalahan paling mendasar adalah tidak memahami fungsi tiap posisi gigi pada mobil matik. Padahal, setiap huruf pada tuas transmisi punya peran berbeda dan tidak bisa digunakan sembarangan.
Posisi D (Drive) digunakan saat mobil melaju, P (Parking) wajib dipakai ketika mobil diparkir, N (Netral) digunakan saat mesin dinyalakan atau mobil berhenti sejenak, R (Reverse) untuk mundur, dan L (Low) berguna saat melewati tanjakan atau turunan curam agar engine brake bekerja maksimal.
Jika kamu sering salah menempatkan gigi, beban pada transmisi akan meningkat dan mempercepat keausan komponen.
2. Memindahkan Gigi Saat Mobil Belum Berhenti
Karena terburu-buru, banyak pengemudi langsung memindahkan tuas dari R ke D atau sebaliknya saat mobil masih bergerak. Padahal, perpindahan gigi yang tidak sempurna ini sangat berbahaya bagi sistem transmisi matik.
Kebiasaan serupa juga sering terjadi saat berhenti di lampu merah, di mana tuas tetap dibiarkan di posisi D. Meski terlihat praktis, cara ini membuat transmisi tetap bekerja dan menerima tekanan terus-menerus. Dalam jangka panjang, komponen internal transmisi bisa cepat aus dan rusak.
3. Menggeber Mesin Sebelum Masuk Posisi D
Masih banyak pengguna mobil matik yang menginjak pedal gas saat tuas berada di posisi N, lalu memindahkannya ke D ketika rpm sudah tinggi. Kebiasaan ini sering dilakukan dengan anggapan agar mobil bisa langsung melaju kencang.
Faktanya, tindakan ini justru memberikan hentakan besar pada transmisi. Tekanan mendadak tersebut tidak dirancang untuk diterima secara terus-menerus. Jika sering dilakukan, transmisi mobil matik bisa cepat bermasalah. Cara yang benar, cukup nyalakan mesin, pastikan rpm stabil, lalu pindahkan tuas ke posisi D tanpa perlu menggeber gas.
4. Menganggap Mobil Matik “Anti Rusak”
Karena kemudahannya, banyak orang menganggap mobil matik tidak membutuhkan perlakuan khusus. Padahal, transmisi matik justru lebih sensitif dibandingkan transmisi manual.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
