
Sejumlah kendaraan melintas di gerbang tol yang terendam banjir di jalan Tol Sedyatmo, Cengkareng, Jakarta, Senin (12/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com-Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan pengguna mobil listrik agar tidak menerjang banjir karena berpotensi menimbulkan kerusakan pada sistem kelistrikan dan sensor kendaraan.
Yannes menjelaskan, meskipun baterai utama kendaraan listrik (electric vehicle/EV) telah dirancang kedap air dengan standar IP67 atau IP68, hal itu bukan berarti seluruh sistem kendaraan aman dari air banjir.
“IP67 itu jaminan darurat, bukan jaminan kendaraan bisa digunakan semaunya untuk menerobos banjir,” kata Yannes saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Menurut dia, risiko terbesar justru tidak langsung berasal dari baterai tegangan tinggi, melainkan dari sistem kelistrikan 12 volt serta ratusan sensor kecil yang menjadi “otak” pengoperasian mobil.
Komponen seperti ECU, modul ABS, hingga sensor parkir tersebar di berbagai titik kendaraan dan umumnya tidak memiliki perlindungan sekuat battery pack.
Air banjir yang keruh atau air rob yang mengandung garam, kata Yannes, dapat memicu korosi secara perlahan.
“Gejalanya bisa baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian, seperti error sensor, fitur ADAS mendadak nonaktif, atau alarm palsu,” ujar Yannes.
Lebih lanjut, kerusakan akibat korosi umumnya tidak dapat diperbaiki dan harus diatasi dengan penggantian modul elektronik.
Selain harganya mahal dan stoknya sering terbatas, penggantian modul juga kerap memerlukan kalibrasi ulang sistem, termasuk radar dan kamera fitur keselamatan.
Jika kalibrasi tidak presisi, fitur seperti pengereman darurat atau lane keep assist justru bisa menjadi berbahaya.
Terkait baterai, Yannes menegaskan bahwa komponen ini memang paling terlindungi karena diawasi oleh battery management system (BMS).
Sistem tersebut akan memutus aliran listrik tegangan tinggi secara otomatis jika terdeteksi kebocoran arus.
Namun demikian, perlindungan ini tetap memiliki batas, terutama jika kendaraan terendam lama atau terpapar tekanan air ekstrem.
“Jika terjadi rembesan kecil yang memicu korosi internal, risikonya bisa berujung pada kegagalan mendadak atau thermal runaway. Biaya penggantian battery pack bahkan bisa mencapai 40–50 persen dari harga mobil baru,” katanya.
Untuk itu, Yannes menyarankan pemilik EV lebih berhati-hati selama musim hujan dan banjir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022