
Ryzen AI Embedded P100 Series. (AMD)
JawaPos.com - Selama ini prosesor AMD identik dengan PC dan laptop. Di CES 2026, AMD mulai merambah lebih jauh. Mereka membawa AI langsung ke perangkat otomotif.
AMD memperkenalkan portofolio prosesor Ryzen AI Embedded. Seri ini dirancang untuk edge computing. Edge berarti pemrosesan data di perangkat. Bukan di server jauh.
Di dalam kendaraan modern, komputasi real time sangat penting. AMD menanamkan arsitektur Zen 5. Arsitektur ini memberi kontrol deterministik. Deterministik berarti respons sistem dapat diprediksi.
Chip Ryzen AI Embedded menggabungkan CPU, GPU, dan NPU. NPU adalah Neural Processing Unit. Unit khusus untuk tugas AI. Seperti pengenalan suara. Pengenalan gerakan. Juga analisis lingkungan kabin.
AMD menyertakan GPU terintegrasi RDNA 3.5. GPU ini mampu menggerakkan hingga empat layar 4K. Atau dua layar 8K. Semua berjalan di 120 frame per detik. Angka 120 fps ini standar baru.
Bagi pengguna awam, manfaatnya terasa jelas. Tampilan infotainment jadi lebih halus. Navigasi peta lebih responsif. Interaksi layar sentuh lebih lancar. Tanpa lag.
AMD juga menekankan kemampuan video codec di dalam chip. Codec menangani pemutaran dan streaming video. Dengan mesin codec khusus, CPU tidak kewalahan. GPU dan mesin media mengambil alih.
Ini membuat pengalaman dalam kendaraan jadi lebih imersif. Imersif berarti lebih menyatu dengan pengguna. Seperti layar mobil mewah masa kini. Tapi kini ditenagai satu chip kecil.
AMD memberi klaim peningkatan grafis cukup berani. Mereka menyebut rendering visual hingga 35 persen lebih cepat. Tanpa menaikkan kebutuhan daya.
Selain grafis, fokus utama tetap pada AI. AMD XDNA 2 NPU generasi terbaru ditanamkan. NPU ini membawa performa sampai 50 TOPS. Bahkan varian tertentu mencapai 60 TOPS. TOPS mengukur kecepatan inferensi AI.
Inferensi adalah proses menjalankan model AI. Bukan melatihnya. Proses seperti perintah suara di mobil adalah contoh inferensi. AMD ingin semua berjalan lokal. Dalam hitungan milidetik.
Mini PC bermerek AMD bernama Ryzen AI Halo juga disiapkan. Tetapi versi mobilitasnya ditujukan untuk kokpit digital. Konsep yang diangkat AMD mirip “otak terpadu” untuk kendaraan.
“Seiring industri mendorong pengalaman AI yang lebih imersif dan kecerdasan di perangkat yang lebih cepat, mereka membutuhkan performa tinggi tanpa menambah kompleksitas sistem,” tegas AMD dalam rilis yang diterima JawaPos.com.
Pernyataan itu terasa relevan dengan dunia otomotif. Produsen mobil ingin fitur baru. Tetapi ruang dalam dashboard terbatas. AMD memberi solusi praktis.
Prosesor Ryzen AI Embedded P100 Series beroperasi pada 15 sampai 54 watt. Rentang daya ini tergolong rendah untuk kelas otomotif. Suhu operasionalnya juga ekstrem. Dari minus 40 derajat. Sampai plus 105 derajat Celcius.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022