
Sejumlah kendaraan melakukan pembayaran di gerbang Tol Sedyatmo, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Momen libur panjang akhir tahun kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Tingginya mobilitas ini membuat risiko kecelakaan di jalan raya, khususnya jalan tol, ikut meningkat.
Menjawab kondisi tersebut, ASTRA Infra bersama Safety Defensive Driving Consultant Indonesia membagikan sejumlah perilaku berbahaya yang perlu dihindari pengendara selama perjalanan liburan.“Saat mengemudi pada periode liburan dengan tingkat mobilitas tinggi, setidaknya ada lima perilaku berbahaya yang harus dihindari,” kata Sony Susmana dari Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, Senin.
Berikut lima perilaku berbahaya yang perlu diwaspadai pengendara saat libur akhir tahun:
1. Menepi dan Parkir di Bahu Jalan
Pengendara hanya diperbolehkan berhenti atau beristirahat di tempat yang telah disediakan. Parkir liar di bahu jalan tol tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pengguna jalan disarankan memanfaatkan rest area terdekat yang telah dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari toilet, mushola, ruang laktasi, hingga tempat makan.
2. Berkendara secara Agresif
Perilaku mengemudi agresif, seperti menyalip dari bahu jalan, berkendara zigzag, atau memotong kendaraan lain secara berulang, dapat menyulitkan pengendara mengendalikan kendaraan, terutama dalam situasi darurat.
Mengemudi dengan emosi berlebihan juga meningkatkan potensi kecelakaan di tengah padatnya arus liburan.
3. Menjadi Lane Hogger di Jalur Kanan
Lane hogger atau berkendara dengan kecepatan rendah di jalur kanan sangat dilarang. Jalur kanan merupakan lajur khusus untuk mendahului kendaraan lain.
Perilaku ini dapat membahayakan pengendara lain yang melaju dengan kecepatan lebih tinggi serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
4. Tidak Menjaga Jarak Aman
Tidak menjaga jarak aman menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan beruntun. Sony menyarankan pengendara menjaga jarak minimal 60–80 meter saat melaju 80 km/jam.
Sebagai alternatif, pengendara bisa menggunakan metode hitungan tiga detik untuk memastikan jarak aman dengan kendaraan di depan.
5. Memaksakan Berkendara saat Lelah
Mengemudi dalam kondisi lelah sangat berbahaya. Titik lelah umumnya muncul setelah pengendara mengemudi selama empat jam berturut-turut dan dapat memicu microsleep, yaitu hilangnya kesadaran selama beberapa detik.
Tanda-tanda kelelahan antara lain mata terasa berat, sering menguap, kendaraan berjalan tidak stabil, refleks melambat, hingga sulit menegakkan kepala. Jika mengalami kondisi tersebut, pengendara disarankan segera beristirahat di rest area atau keluar tol untuk memulihkan stamina. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022