
Ilustrasi knalpot racing
JawaPos.com - Saat melintas di jalanan, kamu mungkin pernah mendengar suara motor yang luar biasa bising sampai bikin telinga bergetar. Banyak orang langsung mengira bahwa suara tersebut berasal dari knalpot racing, padahal belum tentu begitu.
Sebagian besar suara yang memekakkan telinga itu justru datang dari knalpot brong, jenis knalpot yang populer bukan karena performanya, melainkan karena suara nyaringnya.
Sayangnya, masih banyak pemotor yang menyamakan knalpot racing dengan knalpot brong, padahal keduanya punya perbedaan yang sangat signifikan, mulai dari fungsi, desain, hingga legalitasnya.
Untuk menghindari salah pilih atau malah kena tilang, yuk kenali lima perbedaannya berikut ini seperti dirangkum dari laman Astra Motor.
Hal paling mudah kamu kenali dari kedua jenis knalpot ini adalah suaranya. Knalpot brong terkenal karena suaranya yang keras, kasar, dan cenderung mengganggu pengguna jalan lain.
Biasanya pemotor memakai knalpot jenis ini hanya untuk gaya atau menarik perhatian, bukan untuk meningkatkan performa motor.
Sebaliknya, knalpot racing memang menghasilkan suara yang lebih nyaring dari knalpot standar, tapi tetap punya karakter yang terukur dan lebih halus.
Knalpot ini memang dibuat khusus untuk meningkatkan tenaga motor, terutama yang digunakan untuk keperluan balap atau aktivitas berkendara yang membutuhkan performa tinggi.
Jika dilihat sekilas, desain luarnya memang sama-sama besar dan mencolok. Namun, bagian dalam kedua knalpot ini justru sangat berbeda.
Knalpot racing memiliki struktur presisi dengan pipa silencer yang lebih panjang dan ramping, serta baffle yang dirancang khusus untuk menjaga aliran gas buang tetap optimal tanpa menghilangkan peredaman suara sepenuhnya.
Di sisi lain, knalpot brong umumnya tidak memakai baffle atau hanya mengandalkan pipa straight-pipe dari leher hingga ujung.
Struktur sederhana inilah yang membuat suara yang keluar sangat keras dan gas buang mengalir tanpa kontrol. Hasilnya? Suara bising dan performa yang tak stabil.
Knalpot racing sejak awal memang didesain dan dibuat untuk meningkatkan performa motor untuk kebutuhan balap.
Dengan aliran gas buang yang lebih lancar dan tekanan balik yang terukur, motor bisa menghasilkan tenaga lebih baik, terutama pada putaran menengah hingga tinggi. Respon gas jadi lebih cepat, akselerasi pun lebih agresif.
Sebaliknya, knalpot brong justru sering membuat performa mesin menurun. Karena tidak dirancang dengan perhitungan teknis, aliran gas buang yang terlalu bebas bisa mengacaukan tekanan balik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022