
Ilustrasi: Pengurusan surat-surat kendaraan. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah resmi menghapus bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk mobil bekas di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa objek BBNKB hanya berlaku untuk penyerahan pertama kendaraan bermotor atau kendaraan baru.
Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat dan pelaku pasar mobil bekas. Pasalnya, penghapusan bea balik nama membuat biaya administrasi kepemilikan kendaraan menjadi lebih ringan.
Bagi pembeli mobil bekas, biaya total pengurusan balik nama kini jauh lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya, sehingga mendorong minat beli di sektor otomotif sekunder.
Meski bea balik nama mobil bekas dihapus, bukan berarti seluruh biaya administrasi hilang sama sekali.
Pemilik baru tetap diwajibkan membayar sejumlah komponen lain seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta biaya penerbitan surat-surat kendaraan baru seperti STNK, TNKB, dan BPKB.
Selain itu, jika kendaraan berpindah kepemilikan lintas daerah, pemilik juga akan dikenakan biaya mutasi. Proses ini wajib dilakukan agar data kendaraan sesuai dengan domisili baru dan terdaftar secara resmi di sistem administrasi kepolisian.
Langkah ini juga membantu memudahkan proses pembayaran pajak dan penelusuran kendaraan di kemudian hari.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, rincian biaya administrasi yang tetap dibebankan antara lain: PKB dan opsen PKB sesuai jenis kendaraan, SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan sebesar sekitar Rp143.000 untuk mobil, penerbitan STNK sebesar Rp200.000, TNKB Rp100.000, dan penerbitan BPKB Rp375.000.
Sementara untuk kendaraan yang melakukan mutasi keluar daerah, biaya tambahan sekitar Rp250.000 tetap dikenakan.
Korlantas Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda proses balik nama setelah membeli kendaraan bekas. Menurut kepolisian, proses ini penting agar data kepemilikan kendaraan tercatat resmi atas nama pemilik baru.
Dengan demikian, apabila terjadi pelanggaran lalu lintas, kehilangan, atau klaim asuransi, data kepemilikan tidak menimbulkan masalah hukum.
Dari sisi ekonomi, penghapusan BBNKB bekas diperkirakan dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran pasar otomotif nasional.
Harga mobil bekas bisa menjadi lebih kompetitif karena biaya administrasi yang berkurang, sementara pembeli mendapatkan keuntungan berupa kepemilikan sah dengan biaya lebih ringan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
