Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 00.03 WIB

Insentif Mobil Listrik Tahun Depan Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

Toyota Yaris Cross hybrid yang dipamerkan di GJAW menunggu insentif dari pemerintah tahun depan. - Image

Toyota Yaris Cross hybrid yang dipamerkan di GJAW menunggu insentif dari pemerintah tahun depan.

JawaPos.com - Kebijakan insentif bagi mobil listrik impor (CBU) yang selama ini memicu persaingan harga menjadi kompetitif akan mengalami perubahan signifikan.

Pemerintah Indonesia direncanakan akan menghentikan pemberian insentif untuk kendaraan listrik impor mulai tahun depan, sebagai langkah untuk mendorong produksi dalam negeri. Keputusan ini tak hanya berdampak pada harga jual, tetapi juga pada strategi produsen mobil listrik global di Tanah Air.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional, terutama dalam hal local value chain dan konten lokal.
 
Pabrikan yang ingin tetap menikmati keringanan pajak dan insentif harus memenuhi persyaratan produksi lokal atau melakukan perakitan CKD (Completely Knocked Down). Bagi konsumen, perubahan ini dikhawatirkan memicu kenaikan harga di pasar mobil listrik.
 
Beberapa pabrikan sudah merespons kebijakan ini sejak dini dengan investasi fasilitas perakitan lokal. Namun tantangan seperti suplai komponen, biaya tenaga kerja, dan infrastruktur produksi masih harus disolusikan agar produksi lokal yang ditargetkan bisa berjalan efektif dan efisien.
 
Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa insentif fiskal untuk kendaraan listrik sepenuhnya impor (CBU) akan dihentikan mulai tahun depan, berdasarkan regulasi terbaru yang tengah dirumuskan.
 
Syarat utama agar produsen tetap menikmati insentif yaitu harus mengalihkan produksinya ke dalam negeri minimal membangun fasilitas CKD atau bahkan produksi lokal lengkap. Beberapa sumber menyebut bahwa hal ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi otomotif global. 
 
Beberapa pabrikan asing sudah mulai bergerak: mereka mempelajari kemungkinan mendirikan pabrik lokal, bekerjasama dengan mitra lokal, dan mendatangkan teknologi serta sumber daya manusia ahli. Namun, masih ada banyak hambatan, termasuk kurangnya pemasok komponen lokal berkualitas, tenaga kerja yang terlatih, dan investasi awal yang cukup tinggi. 
 
Pemerintah pun sudah mengundang stakeholder, termasuk asosiasi otomotif, produsen komponen lokal, dan investor asing, untuk berdiskusi terkait roadmap insentif produksi lokal. Disiapkan juga insentif non-fiskal seperti kemudahan izin, pengurangan bea masuk bahan baku, dan dukungan infrastruktur industri.
 
Sementara itu, konsumen diperkirakan akan merasakan efek kenaikan harga untuk beberapa model yang selama ini impor CBU, meskipun ada model yang sudah CKD atau produksi lokal yang mungkin relatif stabil harganya.
 
Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore