Proyek Stareer 3 Lit, hasil kerja sama antara Ofero dengan Katros Garage. (Istimewa)
JawaPos.com-Dunia modifikasi roda dua di Indonesia selalu berkembang mengikuti zaman. Dulu, motor bebek menjadi kanvas utama.
Baca Juga: Fraksi Gerindra DPR Usul Warga Hanya Boleh Punya Satu Akun Medsos, Batasi Kegaduhan di Dunia Maya
Lalu hadir tren skuter matik dengan gaya retro maupun street style. Motor sport pun tak luput dari sentuhan para custom builder. Kini, giliran motor atau bahkan sepeda listrik yang mulai masuk ke panggung modifikasi, menandai babak baru dalam kultur otomotif tanah air.
Langkah ini terlihat dari kolaborasi Ofero, produsen kendaraan listrik lokal, dengan Katros Garage, salah satu bengkel modifikasi yang cukup berpengaruh di Indonesia.
Mereka menghadirkan proyek Stareer 3 Lit yang diposisikan bukan sekadar kendaraan hemat energi, tetapi juga medium kreatif yang bisa dipersonalisasi sesuai selera penggunanya.
"Kami ingin membuktikan bahwa kendaraan listrik tidak harus kaku dan seragam. Stareer 3 Lit adalah kanvas berjalan, penggunanya bisa menjadikannya fungsional sekaligus cerminan gaya hidup modern," ujar Deby Setiawan, Retail Manager Ofero Indonesia di Jakarta, Kamis (11/9) kemarin.
Jika motor konvensional punya daya tarik pada mesin dan performa, sepeda listrik justru membuka ruang baru untuk modifikasi. Misalnya, rangka dan bodi lebih fleksibel, tanpa mesin besar, builder punya kebebasan mengutak-atik bentuk.
Estetika baru juga membawa pengaruh. Dari minimalis futuristik hingga gaya klasik, modifikasi kendaraan listrik menantang imajinasi builder. Dan terakhir, ramah lingkungan, tampil beda di jalan tanpa meninggalkan kesadaran soal emisi.
“Sepeda listrik bisa jadi wajah baru dunia custom, sama seperti dulu skuter matik melahirkan kultur modifikasinya sendiri,” ujar Andi Atenx Akbar, owner Katros Garage.
Tren ini juga mulai diikuti oleh para pemilik motor atau sepeda listrik. Belakangan, kendaraan roda dua bertenaga setrum itu mulai banyak yang mendapatkan sentuhan modifikasi seiring semakin banyaknya juga brand yang menghadirkan motor listrik.
Misalnya, saat memodifikasi Ofero Stareer 3 Lit sesuai gaya masing-masing, dari banyak desain modifikasi, karya Dhimas Aris Yulianto dari Bantul terpilih sebagai yang terbaik.
Fenomena ini sejalan dengan sejarah modifikasi roda dua di Indonesia: dimulai dari bengkel kecil dan komunitas, kemudian berkembang menjadi subkultur yang kuat. Kini, peluang serupa terbuka bagi sepeda listrik untuk membangun komunitas custom-nya sendiri. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022