
Pengunjung melihat motor listrik pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (26/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia semakin serius dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor. Setelah melalui proses panjang di tingkat kementerian, skema insentif motor listrik dipastikan sebentar lagi akan disahkan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mendukung target net zero emission pada 2060.
Dalam hal ini Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan rancangan skema insentif untuk pembelian sepeda motor listrik sudah selesai. Awalnya penerbitan keputusan untuk pemberian insentif yang akan diterbitkan Agustus kemarin tertunda.
Pihak Kemenperin saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk pengumuman terkait nilai dan waktu pelaksanaannya.
"Sudah selesai, dan begitu Lapangan Banteng (Kemenko Perekonomian) menetapkan nilainya dan lain sebagainya, kita sudah siap," ujar Agus di Jakarta, seperti dikutip dalam laman Antara, Jumat (5/9).
Menurut Agus skema insentif tersebut bisa digunakan untuk tahun ini ataupun tahun depan. Berbicara anggaran yang disediakan, menurut Agus hal tersebut merupakan kewenangan dari Kemenko Perekonomian.
Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,75 triliun untuk subsidi dalam pembelian 200 ribu unit sepeda motor listrik baru dan 50 ribu unit sepeda motor konversi, dengan skema sepeda motor listrik baru sebesar Rp7 juta per unit.
Skema insentif motor listrik ini akan memberikan dorongan besar bagi industri otomotif nasional, terutama produsen lokal yang sudah memenuhi syarat TKDN.
Insentif diharapkan bisa meningkatkan penjualan, mempercepat penetrasi motor listrik, serta membuka peluang investasi baru di sektor baterai dan ekosistem pendukungnya.
Kemenperin masih menunggu Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Kemenko Perekonomian dan kementerian terkait lainnya. Setelah itu baru akan menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) tentang pemberian insentif bagi motor listrik yang ditargetkan terbit tahun ini.
Selain itu, insentif juga menjadi angin segar bagi masyarakat yang masih ragu beralih ke motor listrik karena faktor harga. Dengan adanya potongan langsung atau pembebasan pajak, biaya kepemilikan menjadi jauh lebih ringan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
